Terkini.id, Jakarta – Fahri Hamzah kembali memberikan kritikannya terhadap sosok menteri muda dalam kabinet Presiden Jokowi yang kerjanya sibuk mencari popularitas dan biaya untuk modal kampanye dalam pemilu 2024.
Dilansir dari detik.com, Jumat 13 Mei 2022, Fahri Hamzah menilai para menteri muda yang masih baru dalam dunia politik ini sebaiknya fokus untuk menjalankan tugas dan tidak mencampuri urusan berdagang untuk biaya kampanye.
“Pada dasarnya mereka masih muda dan orang baru dalam politik, belum punya pengetahuan yang matang tentang politik dan Indonesia. Mereka baru belajar mengerti persoalan nasional, maka fokus aja dulu jalankan amanah presiden untuk jadi menteri, nggak usah dicampur-campur dengan pengen mencari popularitas tambahan apalagi sambil berdagang cari uang untuk biaya kampanye,” ujar Fahri Hamzah dikutip dari detik.com, Jumat 13 Mei 2022.
Fahri Hamzah juga ingin menteri yang menyalahgunakan wewenangnya demi kepentingan pribadi sebaiknya diberhentikan.
“Ini bahaya sekali kalau apa yang menjadi tugas inti disalahgunakan untuk kepentingan jangka pendek ini yang saya minta dihentikan,” tegasnya.
- Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Fahri Hamzah: Welcome To The Club!
- Sindir DPR, Fahri Hamzah: Masa Saya Terus yang Kritik Jokowi?
- Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan Nggak Berani Ngomong Ekstrim
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Soal 'Bandar Belum Deal' Fahri Hamzah Dapat Serangan Balik
Setelah itu Fahri Hamzah menyindir Erick Thohir. Erick Thohir dianggap menteri pemegang power yang paling besar karena dirinya bertugas untuk mengkontrol jalannya BUMN di Indonesia.
“Di antara semua yang mendapat kepercayaan memang yang powernya paling besar adalah Erick karena mengontrol BUMN yang strukturnya lebih kuat dari struktur pemerintah pusat,” ucap Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah meminta kepada semua menteri era pemerintahan Jokowi untuk segera mengundurkan diri jika mempunyai konflik kepentingan pribadi yang akan berakhir sebagai beban untuk Presiden Jokowi.
“Secara umum, semua menteri yang punya konflik kepentingan baik pribadi maupun jabatan sebaiknya mengundurkan diri. Kabinet ini babak belur padahal masih 2,5 tahun. Saat Krisis menghadang tapi menteri pada cari ‘cuan’ dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri!,” imbuh Fahri Hamzah.
Selain itu Fahri Hamzah juga menagih janji Jokowi terkait larangan rangkap jabatan dalam pemerintahan.
Komitmen Jokowi yang menentang larangan rangkap jabatan akan sulit teratasi jika para anggota jajaran kabinet tidak tahu diri atas jabatannya.
Fahri Hamzah juga menyinggung mengenai menteri yang berasal dari kalangan profesional alias pedagang menengah.
Seharusnya menteri pedagang menengah tersebut berterima kasih kepada Jokowi dan membantu urusan pemerintahan sang presiden bukan malah aji mumpung cari popularitas demi ingin jadi penguasa.
Sebagai penutup, Fahri Hamzah juga menyebut bahwa menteri yang ia maksud sangat bangga atas pencapaiannya padahal tidak becus bekerja.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
