Makassar Terkini
Masuk

Sindir Politisasi BUMN untuk Pemilu 2024, Fahri Hamzah: Semua Untuk Kepentingan Kongkalikong Kiri Kanan!

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menyindir politisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Sindiran tersebut diungkapkan Fahri melalui akun Twitter miliknya, @Fahrihamzah, Kamis 12 Mei 2022.

Mulanya, ia menanggapi berita yang mengabarkan, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan ancaman untuk membuat daftar hitam (blacklist) mitra perusahaan pelat merah yang tidak taat aturan atau bandel.

Menanggapi berita itu, Fahri berpendapat Erick lupa bahwa pihak yang sebenarnya bandel adalah BUMN. 

Ia menilai, hal itu dapat ditinjau dari tunggakan utang BUMN yang tersebar di banyak tempat. 

Fahri pun mengatakan BUMN kerap melakukan kongkalikong untuk kepentingan pihak di sekitarnya.

Selain itu, Fahri juga mengaku heran dengan langkah Erick yang justru menyalahkan mitra perusahaan pelat merah itu.

“Pak @erickthohir lupa bahwa yang bandel itu adalah BUMN. Ngutang di mana-mana nggak bayar di mana-mana. Kalau bermasalah pajak minta keringanan, kalau punya masalah hukum dengan Mitra minta tolong Kejaksaan dan polisi. Semua untuk kepentingan Kongkalikong kiri kanan..!,” ungkap Fahri.

“BUMN sudah ancur-ancuran. Tiba2 nyalain mitra.. Hari gini,” imbuh dia.

Setelah itu, mantan Wakil Ketua DPR itu menyampaikan bahwa memberikan izin kepada orang yang mengendalikan Kementerian BUMN berkampanye untuk Pemilu 2024 merupakan sebuah kesalahan besar.

Sebab, Fahri menilai, Kementerian BUMN punya jaringan yang lebih luas ketimbang pemerintah pusat dan sangat berpotensi disalahgunakan. Ia menjelaskan, politisasi BUMN merupakan bahaya laten.

“Kentara sekali cara kerja menyehatkan dan menyelamatkan BUMN dengan cara konsolidasi besar2an demi fokus dan Sehatnya BUMN, dibanding kerja yang niatnya adalah menggunakan jaringan BUMN yang luas untuk popularitas dan kampanye politik,” ucap Fahri.