Terkini.id, Jakarta – Politisi senior, Fahri Hamzah menceritakan pengalamannya ketika ia ingin melawan pemecatannya di partai politik (parpol) yang ia tempati sebelumnya.
Menurut Fahri, saat ia ingin menggugat pemecatannya, pengacara menasihati agar tak menggunakan Undang-Undang Parpol sebab pasti akan kalah.
Namun, sebelum menceritakan lebih jauh soal perlawanannya itu, Fahri terlebih dahulu menyinggung situasi di partai lamanya.
Mantan anggota DPR itu menceritakan, di partai lamanya, ia bertarung melawan otoritas parpol yang memusatkan kekuasaan kepada satu orang.
“Kita dipaksa ikuti kemauannya dan kalau menolak atas alasan publik pun disingkirkan,” katanya melalui akun Twitter Fahrihamzah pada Minggu, 26 September 2021.
- Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Fahri Hamzah: Welcome To The Club!
- Sindir DPR, Fahri Hamzah: Masa Saya Terus yang Kritik Jokowi?
- Beredar Video Fahri Hamzah Sebut Anies Baswedan Nggak Berani Ngomong Ekstrim
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Soal 'Bandar Belum Deal' Fahri Hamzah Dapat Serangan Balik
“Waktu mau lawan pemecatan sy dinasehati oleh lawyer, ‘jangan pakai UU Parpol, anda pasti kalah!’,” sambungnya.
Mengikuti nasihat pengacaranya, Fahri pun akhirnya melakukan gugatan perdata dan menggunakan UU Hak Asasi Manusia (HAM).
“Gugatan saya diterima pengadilan dan saya kalahkan partai politik yang memang kelakuannya ingin kendalikan wakil rakyat di DPR RI atas nama Daulat Parpol melawan Daulat Rakyat Indonesia,” jelasnya.
Selanjutnya, Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu kembali menceritakan mengenai tradisi di partai lamanya.
Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menceritakan bahwa dalam tradisi yang terbentuk dalam partai lamanya, kader ibaratnya adalah anak, meski pejabat publik.
“Pimpinanmu adalah bapakmu yang membesarkanmu dan rakyat tak ada dalam relasi itu sebab apa yang baik bagi partai baik bagi rakyat dan bukan sebaliknya,” kata Fahri.
“Demikianlah feodalisme menggerogoti tradisi parpol,” sambung Mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
