Terkini.id, Jakarta – Pasien positif virus corona melarikan diri dari Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, pada Selasa 28 April 2020 lalu.
Pria berinisial SL tersebut kabur melalui jendela ruang isolasi yang tidak terkunci saat petugas tengah berbuka puasa.
Pasien positif Covid-19 tersebut kemudian ditemukan di tengah sawah di sekitar tempat tinggalnya.
Pasien tersebut langsung dikembalikan ke ruang isolasi RSUD Praya pada Rabu 29 April 2020.
Direktur RSUD Praya Lombok Tengah, Muzakir Langkir mengungkapkan, pihaknya langsung menghubungi sejumlah pihak setelah mengetahui SL tak ada di ruang isolasi.
- Rayakan 40 Tahun Kebersamaan, SMADA 86 Juara Fashion Karnaval TSN II
- Kenaikan Biaya Umrah 2026 Seperti Tsunami: Harga Naik Drastis Jelang Keberangkatan Juli-Agustus
- BCA Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Nasabah, Imbau Waspada Modus Penipuan
- Paripurna Hak Angket DPRD Gowa Digelar Senin 25 Mei, Dukungan 40 Legislator Menguat
- Reses Ketiga, Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Kecamatan Makassar
Pihaknya mendapat kabar dari petugas keamanan karena aksi SL tersebut terekam melalui kamera CCTV rumah sakit.
“Kronologinya hanya bisa kita lihat melalui CCTV. Pertama kita kontak Ketua Covid-19 Lombok Tengah, lalu kontak ke camat.”
“Dari sini langsung kontak ke kepolisian. Lalu ketemu tadi (Rabu) pagi,” ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu.
SL sendiri mengaku kabur karena mencari makanan untuk berbuka puasa. Muzakir Langkir mengatakan, pihak rumah sakit sudah menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.
“Saat kami tanya alasannya, dia (SL) menjawab ingin keluar berbuka saja, padahal kita sudah siapkan makanan di dalam untuk berbuka,” kata Muzakir, saat dikonfirmasi, Kamis 30 April 2020.
Menurutnya, kalau benar SL ingin berbuka di luar, pasti SL tidak akan kabur sejauh tempat dia ditemukan.
“Kalau sadar dia sedang sakit dan diisolasi, pasti dia akan kembali.”
“Walaupun keluar berbuka, tapi ini kan lokasinya ditemukan jauh, ini cuma alasan dia saja,” terangnya.
Saat ini, ruang isolasi tempat SL dirawat telah diperketat penjagaan dengan menaruh petugas keamanan di depan pintu perawatan SL dan tetap diawasi dengan kamera CCTV.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Omdah membenarkan jika SL ditemukan sekira 10 kilometer dari rumah sakit.
Menurutnya, pasien positif corona yang kabur itu pulang dengan berjalan kaki.
“Dari keterangannya (SL) dia terus berjalan kaki melewati Kantor DPRD Lombok Tengah kemudian menuju arah barat,” kata Omdah, dikutip dari Kompas.com, Rabu.
SL sempat beristirahat di Masjid Wage, Desa Batujai, sembari menunggu waktu shalat Subuh.
“Dari keterangannya dia shalat Subuh di Masjid Wage, setelah itu dia lanjut menuju arah Desa Penujak, sampai akhirnya pagi-pagi ditemukan petugas,” jelas Omdah seperti dikutip dari kompascom.
Muzakir Langkir juga mengatakan, saat diberi nasihat oleh petugas medis, SL kerap membantah.
“Memang pasien ini dikenal ngeyel. Informasi dari dinas kesehatan, dia sering membantah saran-saran petugas dengan hadis-hadis.”
“Disuruh ini itu, dia keluarkan hadis-hadis,” kata Muzakir, Rabu, dikutip dari Kompas.com.
Diketahui SL mempunyai riwayat mengikuti Ijtima Ulama Sedunia di Gowa, Sulawesi Selatan
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
