FDI Sulawesi Selatan Gelar Seminar Nasional Daring  Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Forum Dosen Indonesia (FDI) DPD Sulawesi Selatan

Terkini.id – Mengangkat tema Merdeka Belajar, Forum Dosen Indonesia (FDI) DPD Sulawesi Selatan menggelar seminar nasional secara daring pada Sabtu, 20 Juni 2020.

Webinar yang dirangkaikan dengan presentasi daring hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dari seluruh Indonesia (Aceh sampai Biak secara daring. Pemateri Dr. Djadja Achmad Sardjana, S.T., M.M adalah Dosen Universitas Padjajaran sekaligus Chief Learning Officer, Kampus Daring FDI- Bandung

mempresentasikan tentang Bersama Menciptakan Masa depan, memulai dengan presentasi tentang Pendidikan yang tak pernah berakhir, yang mengulas tentang dosen-dosen sepuh yang harus beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi, yang tiba-tiba harus dilakukan di masa pandemic.

Kebijakan kampus merdeka yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, menurutnya membuka peluang sekaligus tantangan untuk pendidik untuk mentransformasi pembelajaran dalam menyiapkan generasi milenial.

Pembicara kedua, Amril Arifin, SE, M,Si, Ak, CA ketua DPD FDI Sul-Sel sekaligus WR III Kalla Business School menampilkan materi Menjadi Dosen Garda Terdepan dalam New Normal (Dalam Bayang-Bayang Kebangkrutan Universitas) mengulas tentang kesiapan dosen mempersiapkan pembelajaran daring dan dampak kedepannya terhadap skiil dan kemampuan dasar mahasiswa.

Menarik untuk Anda:

Dari Taiwan, A. M. Sadat, SE, M.Sc yang sedang melakukan riset di STUST College of Business Taiwan dalam rangka penyelesaian study S3 di Norwich Business School-UEA. Inggris-UK memulai presentasi tentang Belajar Merdeka, Jauhi Amnesia.

Alumni Fakultas Ekonomi UNHAS menjabarkan konsep #1 merdeka = keseimbangan, #2 merdeka = kesadaran, #3 merdeka = tdk berjarak dgn realitas, #4 merdeka = anti amnesia dan #5 merdeka = berpikir kritis ada yang ditularkan ke mahasiswanya.

Dan intinya adalah Pendidikan bukan untuk merancang masa depan tapi Pendidikan adalah hidup itu sendiri. Lebih lanjut Sadat menjelaskan bahwa “Pendidikan hendaknya ditempuh karena haus pengetahuan, bukan mengejar degree semata.”

Presentasi invite speaker yang direncanakan berakhir pada pukul 12.00 am berlangsung sampai 13.30 pm, karena tinggnya respon 100-an peserta yang terdiri dari dosen dari berbagai PTN dan PTS di Indonesia dari pulau Nias Sumatera Utara sampai Kabupaten Biak dan Manokwari Papua Barat.

Sebanyak 84 dosen mendaftar untuk presentasi hasil penelitian dan pengabdian pada seminar ini, namun yang memenuhi persyaratan sebanyak 40 artikel yang dipresentasikan secara parallel di 4 group, yaitu bidang Ilmu dan Teknologi Informasi, rumpun ilmu pertanian, Ilmu Ekonomi dan Sosial dan Humaniora.

Makalah yang dipresentasikan antara lain tentang Pemanfaatan Pakan Lokal dari tanaman Indigofera untuk Pakan Ayam Kampung sebagai subtitusi pakan impor yang harganya melambung sejak pemberlakuan lock down dibeberapa negara oleh Marhamah Nadir dari Fakultas peternakan Unhas,

Pengaruh Persepsi Dan Sikap Ibu Rumah Tangga Tentang Kehalalan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pangan Olahan di masa Pandemi oleh Dien Triana dari Politeknik Negri Ujungpandang,

Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Efektivitas Perkuliahan Daring Selama Masa Pandemic Covic 19 Di Makassar oleh Syarifuddin, Dosen YPUP, Bagaimana Pengusaha Di Kota Makassar Bertahan dimasa Pandemi Covid-19 oleh Dosen UIN Makassar Mustakim dan Pengabdian masyarakat oleh Dr. Syamsia dari Unismuh yaitu Penerapan Sistem Vertikultur untuk Produksi Benih dan Bibit Tanaman Hortikultura pada Masa Pandemi Covid-19,

Penerapan Sistem Keamanan E-Commerce: Studi Penjualan Online di Instagram di Masa Pandemi oleh A.A Gde Satia Utama dari Universitas Airlangga Surabaya dan Isu Kekerasan berbasis Gender (Gender Based Violence) pada masa Pandemik Covid 19 oleh Kardina Hammado Universitas Fajar.

Presentasi makalah yang berlangsung menggunakan Teknologi Zoom berlangsung selama 3 jam dan selanjutnya artikel akan diterbitkan dalam bentuk e-prosiding oleh panitia pelaksana setelah proses review.

Dilaporkan oleh Marhamah Nadir, Ph.D

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Prof Rudy Tegaskan Untuk Wahana Permainan Serta Bioskop Belum Bisa Buka

Microsoft Membeli Tik Tok, Dapat Izin Donald Trump?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar