Terkini.id, Jakarta – Pemuka agama Felix Siauw baru-baru ini memberikan kritikannya terhadap kinerja aparat penegak hukum terkait kasus pemusnahan narkoba jenis Kokain di Selat Sunda.
Dilansir dari hops.id, Jumat 27 Mei 2022, Felix Siauw lewat akun Instagram pribadinya (@felixsiauw) membahas soal kejadian kasus narkoba Kokain seberat 179 kilogram yang dimusnahkan oleh aparat berwenang.
Kasus pemusnahan narkoba jenis Kokain di Selat Sunda ini, sampai detik ini tidak ada satu pun tersangka yang ditetapkan dalam tindakan kriminal tersebut.
Felix Siauw menilai bahwa aparat penegak hukum selalu tidak bisa menangkap tersangka dalam kasus narkoba yang terjadi di Indonesia.
“Sherlock Holmes saja bakal menangis kalau liat Indonesia,” ujar Felix Siauw, dikutip dari hops.id bersumber dari Instagram @felixsiauw, Jumat 27 Mei 2022.
- Pendeta Saifuddin ke Felix Siauw: Boleh Saya Nyusu Sama Istri Kamu?!
- Singgung Pasal Penghinaan Presiden, Felix Siauw: Masa Lebih Tersinggung Presiden Terhina daripada Muhammad Dihina?!
- Komentari Holywings Pakai Nama Muhammad Untuk Promosi Miras, Ustadz Felix Siauw: Makin Besar Kontroversi, Pasti Akan Terkenal
- Tak Setuju Holywings Ditutup, Ustadz Felix Siauw: Masalahnya Bukan Itu, yang Harusnya Ditutup Itu...
- Kasus Holywings, Felix Siauw: Mereka Ingin Ambil Kontroversi Hingga Viral
Selain itu, Felix Siauw merasa bahwa tingkat keseriusan penegak hukum dalam menangani kasus narkoba dengan kasus terorisme sangatlah berbeda.
Jika terdapat kasus terorisme, aparat penegak hukum langsung bergerak cepat bahkan sampai bisa langsung menemukan dimana teroris tersebut tinggal.
Sedangkan untuk kasus narkoba, aparat penegak hukum terkesan lambat dan kasus narkoba tersebut akan hilang layaknya makhluk ghaib.
“Teroris selalu ada, kalau yang kayak gini, ghaib,” tutur Felix Siauw.
Perbedaan kinerja aparat penegak hukum dalam mengatasi kasus narkoba dan kasus terorisme ini dipandang lucu oleh pendakwah agama yang memiliki lima miliar pengikut di Instagramnya tersebut.
“Negeriku memang lucu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Komjen Petrus Reinhard Golose selaku Kepala Badan Narkotika Nasional menyebutkan bahwa telah ditemukan narkoba jenis Kokain di Selat Sunda dengan berat 179 kilogram.
Kokain tersebut diduga milik jaringan narkoba yang berasal dari Amerika Latin bernama Golden Peacock.
“Kokain yang disita tersebut diduga berasal dari jaringan narkotika Golden Peacock di kawasan Amerika Latin,” ungkap Komjen Petrus Reinhard Golose, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat 27 Mei 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
