Ferdinand Minta Bimbingan Ulama agar Jadi Muslim Lebih Baik, Nicho: Ya Udah, Entar di Dalam Kau Dibimbing HRS atau HBS

Ferdinand Minta Bimbingan Ulama agar Jadi Muslim Lebih Baik, Nicho: Ya Udah, Entar di Dalam Kau Dibimbing HRS atau HBS

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi menanggapi Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri, Ferdinand Hutahaean yang meminta bimbingan para ulama untuk menjadi muslim yang lebih baik.

Nicho Silalahi mengatakan bahwa jika demikian, nanti Ferdinand Hutahaean bisa dibimbing oleh Imam Besar Habib Rizieq Shihab (IBHRS) dan Habib Bahar Smith (HBS) di dalam penjara.

“Cocok kalau ini. Ya sudah entar di dalam kau dibimbing IBHRS atau HBS,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 7 Januari 2022.

“Kalau masih di luar tanpa surat keterangan sakit jiwa ya Ndak bisa aku akan terus meributkan kasusmu ini Latteung,” sambungnya.

“Ingat kau melaporkan Abangku masih menggunakan status agama dan laporan itu ada di kantor polisi,” tambahnya lagi.

Baca Juga

Bersama pernyataannya, Nicho Silalahi membagikan cuitan berisi tautan berita berjudul “Masih Minim Ilmu Agama, Ferdinand Minta Maaf dan Mohon Bimbingan Ulama untuk Jadi Muslim yang Lebih Baik”.

Sebagaimana diketahui, Ferdinand Hutahaean telah dilaporkan ke polisi karena cuitan “Allahmu ternyata lemah” yang dinilai memenuhi unsur penistaan agama.

Usai mendapat banyak kritikan dan dilaporkan, Ferdinand Hutahaean pun memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.

“Saya Mohon Maaf Dengan Segala Kerendahan Hati Atas Kekeliruan Saya,” katanya pada Kamis, 6 Januari 2022, dilansir dari JPNN.

“Saya menyadari betul situasi yang terjadi 2 hari terakhir ini betapa riuhnya ruang publik membicarakan saya dan cuitan saya pada tanggal 4 lalu soal Allah,” sambungnya.

Ferdinand Hutahaean menjelaskan bahwa saat mencuitkan hal tersebut, pikirannya sedang berkecamuk akibat penyakit menahun yang ia alami.

“Dan pada tanggal 4 Januari 2022 saat cuitan saya muncul, adalah ketika saya baru mengalami jatuh pingsan dan ini membuat pikiran saya berkecamuk serta ingin bertindak pendek,” katanya.

Akhirnya, lanjut Ferdinand Hutahaean, terjadilah dialog antara pikiran dan hatinya. Pikirannya berkata, “Hei Ferdinand, kau akan mati, tak ada yang bisa menolongmu, tak ada yang bisa membantumu, Allahmu saja harus dibela.”

Lalu, hatinya menjawab, “Tidak, Allah ku kuat, Dia tak perlu dibela, Dia yang akan menolongku.”

“Itulah dialog yang muncul dan itu motivasi untuk diri saya supaya saya kuat dan bertahan dari cobaan. Dan saat itu saya tuliskan hal tersebut dalam cuitan,” katanya.

Ferdinand Hutahaean pun membantah bahwa ia berupaya mengadu domba Kristen dengan Islam melalui cuitannya tersebut.

“Orang yang tidak mengenal saya bahwa saya adalah seorang Muslim, seorang Mualaf sejak 2017, telah menuduh saya dengan kalimat yang tidak tepat terutama tentang identitas agama saya, akhirnya jadi ribut dan gaduh,” katanya.

Namun demikian, Ferdinand Hutahaean memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara muslim apabila tersinggung ataupun tersakiti dengan cuitannya.

“Sekali lagi saya mohon maaf karena kekhilafan saya, mungkin karena pemahaman agama Islam saya yang baru seumur jagung, mohon kiranya dimaafkan dan mohon bimbingan selalu para ulama untuk saya dan keluarga agar lebih baik lagi menjadi seorang muslim,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.