Ferdinand Hutahaean Ungkap Syarat Utama Capai Indonesia Emas: Jangan Sampai Anies Baswedan Jadi Presiden!

Ferdinand Hutahaean Ungkap Syarat Utama Capai Indonesia Emas: Jangan Sampai Anies Baswedan Jadi Presiden!

R
Ainur Roofiqi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta- Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kembali melontarkan syarat utama mencapai Indonesia Emas dengan menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Syarat mencapai Indonesia Emas versi Ferdinand Hutahean disebut menanggapi syarat dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Ferdinand Hutahaean mengungkapkan syarat mencapai Indonesia Emas melalui akun Twitternya yang diunggah pada Sabtu 6 Agustus 2022. 

Dalam unggahannya, Ferdinand Hutahaean membeberkan syarat utama yang paling penting untuk mencapai Indonesia Emas. 

Adapun syarat tersebut, kata Ferdinand, adalah Anies Baswedan tidak menjadi Presiden Indonesia. 

Baca Juga

“Syarat Utama menurutku, jangan sampai Anies jadi presidennya!” tulis Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean Ungkap Syarat Utama Capai Indonesia Emas: Jangan Sampai Anies Baswedan Jadi Presiden!
(Twitter/FerdinandHutah4)

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan setidaknya ada tiga syarat untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045. 

Ridwan Kamil menyampaikan ketiga syarat tersebut dalam acara HUT ke-10 Forum Pemred di Hotel Raffles Jakarta, Jumat 5 Agustus 2022. 

Adapun ketiga syarat tersebut, kata Ridwan Kamil, sebagai berikut:

Pertama, masyarakat Indonesia harus bersatu. 

Artinya, kata Ridwan Kamil, masyarakat tidak boleh bertengkar hanya karena perbedaan sikap, pilihan politik atau perbedaan lainnya. 

“Satu jangan bertengkar urusan sepak bola, pilpres, urusan beda baju, dan sebagainya. Ini negara kebanyakan bertengkar di dalam dapur, urusannya sendiri sehingga tidak punya waktu untuk mengejar negara-negara yang sudah maju,” ujar Ridwan Kamil, dikutip dari Berita Satu.

Kedua, Indonesia harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berkarakter dan kompetitif. 

Dalam hal ini, Ridwan Kamil mengatakan bahwa diperlukan upaya-upaya masif untuk mencegah stunting yang dapat menjadi masalah bagi lahirnya SDM yang berkualitas. 

“Kita masih banyak stunting, 25 persen anak-anak kita masih stunting. Jika tidak diatasi, stunting pada tahun 20245 akan melahirkan generasi yang jadi beban negara,” tegasnya.

Ketiga, lanjut Ridwan Kamil, Indonesia perlu fokus pada ekonomi masa depan. 

Menurutnya, langkah-langkah untuk meningkatkan ekonomi Indonesia perlu diperkuat, seperti hilirisasi industri yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengurangi ekspor bahan mentah.

“Jangan lagi ekspor-ekspor bahan-bahan mentah, 4 tahun lalu cuma Rp 15 triliun, gara-gara Pak Jokowi hilirisasi sekarang Rp 280 triliun, itu keren,” jelas dia.Selain itu, kata Ridwan Kamil, Indonesia perlu terus mengembangkan ekonomi digital. Menurut dia, ekonomi digital merupakan ekonomi masa depan dan menjanjikan mengingatkan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.”Lalu ekonomi hijau semua sekarang seperti di Skandinavia dikasih subsidi beli mobil listrik, mereka 2035 sudah tidak ada mobil bensin BBM lagi, kita harus mulai,” kata Ridwan Kamil.

“Kenapa? Karena Allah sudah berikan berkah panas, air, angin, mulai dari 450.000 megawatt dari EBT dan 300 juta penduduk, Indonesia hanya sanggup menghabiskan setengahnya, sisanya kalau kita bisa ekspor suatu hari negeri paling luar biasa Indonesia,” sambungnya.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ditemukan adanya tanggapan dari pihak Anies Baswedan terkait pernyataan  Ferdinand Hutahaean.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.