Danny mengatakan saat ini dirinya fokus pada program kerja menjadi prioritasnya kini.
“Kerja saja baik-baik,” terangnya.
Pengamat Politik Unhas Sukri Tamma mengatakan, Danny Pomanto punya basis di Makassar. Kemenangan 40 persen menjadi modalnya.
Apalagi, di Sulsel, Makassar dianggap barometer sehingga keberhasilan di Makassar bisa jadi ‘jualan’ untuk berhasil di level Sulsel.
“Modal itu ada, hanya nantinya berkaitan siapa calon pasangan selanjutnya,” kata Sukri.
- IKATEK Unhas Ngopi Bareng Cagub Sulsel Alumnus Teknik Universitas Hasanuddin
- Pelatihan Cek Fakta AJI Makassar: Mengupas Visi-Misi Cagub Sulsel untuk Kelompok Marginal
- La Tinro La Tunrung Dukung Andi Sudirman-Fatmawati, Titip Pesan Majukan Pertanian Enrekang
- Perbesar Peluang Kemenangan DIA di Gowa, Cagub Sulsel Danny Pomanto Ngopi Bareng Amir Uskara
- Cagub Sulsel Danny Pomanto Awali Kampenye di Pasar Sentral Minahasa Maupa, Dengar Harapan dan Keluhan Pedagang
Sukri juga menilai, pernyataan Wali Kota dua periode itu perihal menunggu survei merupakan langkah tepat.
“Saya kira tepat kalau Danny menunggu survei elektabilitas,” ujarnya.
Selain itu, ia menitikberatkan bahwa karena bukan lagi berbicara Makassar maka Danny perlu memperhatikan isu keberagaman.
“Kalau di Makassar pemilihnya dapat dikatakan plural, tetapi beda dengan daerah. Ada identitas yang mesti dijaga. Itu bisa jadi perhitungan, maka ini PR-nya Pak Danny,” ucapnya.
“Saya menyebutnya politik plural. Di beberapa tempat, isu etnis mesti diperhatikan karena suka atau tidak itu masih eksis,” tambahnya.
Menurutnya, Kota Makassar sebagai etalase kepemimpinan Danny Pomanto. Sebab itu, penting untuk menguatkan posisinya di masyarakat Sulsel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
