Terkini.id, Takalar – Tim pelaksana pengabdian dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Rohani AR, MSi bersama dengan mahasiswa melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah ikan bandeng sebagai komoditi perikanan unggulan Desa Sanrobone Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pembinaan Desa Mitra (PPDM) berlangsung selama 2 hari pada 28-29 Agustus 2020 dengan mitra “Kelompok Labbiri” sebagai peserta penerima program.
Antusias peserta yang berjumlah 20 orang tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah setempat yaitu Kepala Desa dan Camat Sanrobone.
Kegiatan yang didanai oleh Badan Riset Nasional (BRIN) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Republik Indonesia dimulai dengan memberikan penyuluhan tentang diversifikasi produk ikan bandeng yang disesuaikan dengan potensi daerah setempat dimana ikan bandeng dari Desa Sanrobone dikenal memiliki cita rasa yang lebih enak dibandingkan dengan bandeng dari daerah lain.
Praktek pembuatan produk bandeng khas Sanrobone yang difokuskan pada bandeng tanpa duri dan abon bandeng mendapat perhatian penuh dari peserta pelatihan.
- Public Exhibition New Honda Vario Evo 160 di Palopo Tutup Roadshow Cafe Asmo Sulsel
- Semarak Anniversary Sawerigading Scooter Club, Honda Hadir Dekatkan Produk dengan Komunitas Palopo
- Dealer Honda Gowata Sakti Motor dan ADV Chapter Gowa Salurkan Al-Qur'an untuk Santri di Kanreapia
- Arus Bongkar Muat Pelabuhan Makassar Meningkat Signifikan di Semester I 2026
- BMKG: Sulawesi Selatan Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat pada 28 Juli 2026
Program yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unhas tersebut difokuskan pada kemandirian anggota kelompok membuat kedua jenis produk dan dilanjutkan dengan pengemasan dan pemberian label yang menarik.
Abon dan bandeng tanpa duri selain dikonsumsi sendiri oleh peserta untuk pemenuhan gizi keluarga juga dapat dijual khususnya di objek-objek wisata yang ada dalam wilayah Kabupaten Takalar.
Hal ini akan menjadi cikal bakal wirausaha berbasis sumberdaya alam bagi masyarakat pesisir.
Kegiatan berlangsung meriah meskipun dalam suasana pandemik Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi semua yang terlibat yaitu membatasi jumlah peserta masing-masing 10 orang per hari, menggunakan masker, menjaga jarak, dan dilaksanakan di tempat terbuka.
Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi motivasi bagi mitra untuk membuat produk turunan ikan bandeng sebagai sumber penghasilan alternatif untuk meningkatkan pendapatan keluarga (Rohani AR).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
