Film Jejak Khilafah di Nusantara: Khazanah Pengetahuan yang Menerima atau Menolak Khilafah

Terkini,id. Makassar- Akhir-akhir ini tengah ramai membahas ‘Film Jejak Khilafah di Nusantara’, Nicko Pandawa Sejarawan adalah salah satu tim yang membuat film tersebut.

Menurut Nicko, Khilafah Islamiyah yang dulu pernah berpusat di Turki mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Nusantara, bahkan keeratan itu telah muncul sejak masa Khalifah Utsman.

Lebih lanjut menurut Nicko, Khalifah Utsman mengirim utusan ke China melewati Nusantara. Ditemukan di daerah Loeksumawe, Aceh Utara pemakaman keturunan Abbasiyah.

“Ada kompleks makam di Aceh Utara yang isinya ternyata Bani Abbasiyah. Dan mereka disinyalir menjadi pejabat di Kesultanan Samudera Pasai,” Katanya seperti dikutip beritaislam.org dari tintasiyasi.com 15/8/2020.

Mungkin Anda menyukai ini:

Alumnus Sejarah Peradaban Islam ini berusaha menyajikan sejarah Islam yang kredibel melalui film dokumenter yang diangkat dari skripsinya berdasarkan data-data otentik yang tersebar di Nusantara. Film yang akan membuka gerbang sejarah peradaban Islam di Nusantara dan memberikan kunci yang hilang di masa lalu.

Baca Juga: Ada yang Baru dari Trailer Fast and Furious 9, Jangan...

“Jejak-jejak ini tidak terlihat, dikaburkan seperti tertutup pasir. Nah, dalam film ini kita akan menyapu pasir itu sehingga jejak-jejak itu bisa terlihat,” Ujarnya dalam talk show pre-launcing Film Jejak Khilafah di Nusantara di kanal Youtube Khilafah Channel, Ahad (2/8/2020).

Sementara itu founder Dakwah Islam Rizqi Awal mengatakan “Kalau hari ini ramai pembahasan soal akhir zaman, maka tidak bisa tidak kita akan membahas tentang Khilafah. Karena tentu pertarungan penaklukkan Roma, Perlawanan dengan Dajjal, dan Perang besar akhir zaman, tidak bisa lepas dari keterlibatan dari Kekuasaan Islam yang sangat besar di akhir zaman nanti” Katanya dalam rilis yang diterima beritaislam.org

Ketika teman saya, menyodorkan tentang filmnya, “Jejak Khilafah di Nusantara“, Film Dokumenter itu langsung melahirkan pro dan kontra. Beberapa sejarahwan yang masuk nama-namanya dalam launching film tersebut, ramai-ramai mengklarifikasi.

Baca Juga: Selain Sebar Paham Khilafah, Ismail Yusanto Juga Dipolisikan Gegara Masih...

Saya sendiri pecinta sejarah, meskipun tidak mendalami urusan ilmu sejarah. Waktu sekolah dahulu, SMA, guru menghargai saya nilai 9 di rapot untuk urusan sejarah. Bahkan beberapa kali saya tidak diperkenankan untuk ikut serta ulangan harian, lanjutnya.

“Saya memahami, para penikmat sejarah, harus berhati-hati menyampaikan gagasannya, karena membeberkan sejarah, tak mungkin lepas dari kutub atau pandangan apa yang dianutnya. Tapi, ilmuwan sejarah, harus jernih bersikap, meskipun bisa jadi gagasannya itu harus disembunyikan, atau terdiam agar tidak menimbulkan kontroversi atau tekanan.“

“Namun, ketika dia berusaha mengungkap fakta-fakta dan pengamatannya yang mendalam menyoal apa yang dia yakini, maka seperti halnya mengungkapkan ajakan pernikahan, yang butuh keberanian dengan berbagai resiko yang bakal dihadapi. Jika diterima, pelaminan menanti. Jika ditolak, maka itu bukan sebuah kegagalan, tetapi proses dari kesungguhan kita mencapai tujuan. Kata Awal”

“Sekali lagi, saya mau tak mau harus bicara, bahwa Khilafah, itu yang pasti datang. Sebab itu sesuatu yang telah dijanjikan. Entah kapan, tapi setidaknya kita berupaya menjadi proses kehadiran Khilafah ala minhaj nubuwwah.

“Jadi, mari kita simak film dokumenter tersebut, mau tidak mau, film ini, akan menjadi khazanah pengetahuan untuk kita yang mendukung maupun menolak Khilafah“. Yang akan tayang pada 20 Agustus 2020 mendatang. Pangkasnya dalam beritaislam.org, 16/8/2020.

Dapatkan tiket gratis film dokumenter ‘Jejak Khilafah di Nusantara’ di link pendaftaran berikut:

https://krm.li/p/62bd8

https://krm.li/p/62bd8

Bagikan