Terkini.id, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan bahwa saat ini yang perlu dilakukan dalam menangani kasus korupsi yang kian marak adalah dengan melakukan Pendidikan budaya antikorupsi.
Firli Bahuri mengatakan jika Pendidikan budaya antikorupsi harus dibarengi dengan perbaikan sistem untuk mengefektifkan pencegahan korupsi di Indonesia.
Dia mengatakan jangan sampai ada sistem yang ramah dalam menangani praktik-praktik korupsi, baik di pusat maupun di daerah-daerah.
“Dalam upaya pencegahan korupsi kita harus lakukan Pendidikan budaya antikorupsi, kemudian juga dengan perbaikan sistem. Jangan sampai ada sistem yang ramah dalam praktik-praktik korupsi”, kata Firli Bahuri, dikutip dari laman Antara, Sabtu 23 April 2022.
Menurut Firli Bahuri, perkembangan korupsi saat ini sudah bermacam-macam bentuknya, dia kemudian menyimpulkan bahwa korupsi marak terjadi akibat adanya pengaruh keserakahan dan kekuasaan.
- KPK Selidiki Dana Korupsi di Balik Pembelian 72 Mobil Rita Widyasari
- Sederet Aset Eks Ketua KPK Firli Bahuri yang Disembunyikan Pakai Nama Perempuan Ini
- KPK Putuskan Tidak Beri Bantuan Hukum kepada Firli Bahuri
- Firli Bahuri Resmi Tersangka Pemerasan SYL, Ini Sejumlah Barang Bukti yang Disita
- Resmi Jadi Tersangka, Ketua KPK Firli Bahuri Terancam Penjara Seumur Hidup
“Maka dari itu kita minta seluruh penyelenggara negara tidak menyalahgunakan kekuasaan itu”, imbuhnya.
Selain itu, dia menambahkan bahwa prinsip KPK adalah melakukan tugas pokok secara transparan, akuntabel, dan proporsionalitas serta menghormati hak asasi manusia (HAM).
Dia menambahkan bahwa, dalam penanganan korupsi tidak pandang bulu, asalkan memiliki bukti yang cukup kuat maka akan diproses sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Namun siapapun yang melakukan korupsi asal ada bukti yang cukup akan kami lakukan penyidikan dan bawa ke peradilan, siapapun dia”, tegas Firli Bahuri.
Disisi lain, KPK melihat media massa memiliki peranan pentingdalam membangun peradaban bangsa dan juga mewujudkan penyelenggaraan negara antikorupsi.
“KPK sangat terbuka dengan rekan-rekan media dalam rangka membangun dan membesarkan kegiatan-kegiatan kami khususnya dalam pemberantasan korupsi”, paparnya.
Menurutnya, rekan-rekan media memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai distribusi informasi, tetapi juga bisa menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
“saya kira media saat ini memiliki peran sentral guna mensosialisasikan budaya antikorupsi”, tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
