Terkini.id, Makassar – Staf Ahli Bidang I Abdul Azis Hasan mengatakan, saat ini, era teknologi sudah semakin canggih dan modern. Namun, kata dia, peluang merebaknya kabar bohong justru semakin besar di tengah banjir informasi.
“Hoaks, fitnah, dan termasuk ujaran kebencian ditengah banjir informasi, baik itu teks, gambar, maupun video terus menggempur setiap hari,” kata dia saat ditemui di Hotel Arthama, Senin, 16 September 2019.
Hal itu ia sampaikan di hadapan insan pers, dan Aparat Sipil negara atau ASN, serta pers mahasiswa saat Diskominfo menggelar forum jurnalistik dan OPD Kota Makassar.
Dia pun mengaku prihatin terhadap peredaran konten-konten negatif yang semakin banyak dan meresahkan. Ia mengatakan hal itu melanggar etika lantaran menyampaikan informasi yang salah.
“Bahkan dengan kepentingan tertentu, yang memang sengaja disebar untuk membangkitkan rasa takut, membangkitkan pesimisme, menebar ketakutan, menebar kecemasan, menebar kekhawatiran, dan juga perasaan-perasaan terancam kepada masyarakat demi kepentingan kepentingan tertentu,” terang Azis.
- Promosikan Keindahan Malino, Lomba Karya Jurnalistik 2025 Tantang Masyarakat Tunjukkan Kreativitas
- Edy Mulyadi Berencana Minta Perlindungan Dewan Pers, PWI Beri Tanggapan Menohok : Anda Jangan Ngaku-Ngaku
- TMP Sulsel Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi
- 52 Jurnalis se-Sulselbar Lulus UKJ Tingkat Muda
- Simpul Pena Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua Agupena
Oleh sebab itu, ia berharap, ke depan, media dan OPD harus lebih waspada dalam mencerna dan mengabarkan informasi. Selain itu, ia mengatakan media harus mengambil peran untuk konsisten dalam mengabarkan fakta.
Terpisah, Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Ade Ismar Gobel berharap lahirnya kemampuan menciptakan konten positif dalam kegiatan ini.
“Kemampuan memahami esensi kode etik jurnalistik serta peningkatan kemampuan terhadap pengetahuan tentang UU Informasi Transaksi Elektronik menjadi pedoman bersama,” kata dia.
Adapun narasumber pada kegitan tersebut, antara lain, Iwan taruna praktisi jurnalis wartawan senior yang berbicara ihwal liputan di area konflik, sementara Fajriani langgeng sebagai Ketua LBH pers lebih banyak menyinggung soal teori jurnalistik.
Terakhir, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia Nurdin Amir memaparkan perihal etika jurnalisme serta berbagi pengalaman selama meliput di lapangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
