Terkini.id, Toraja – Kabupaten Tanah Toraja dan Toraja Utara telah melakukan realokasi anggaran untuk menangani pandemi Covid-19. Kabupaten Toraja Utara menganggarkan 19 miliyar, sedangkan Kabupaten Tanah Toraja mencapai 107 miliyar.
FORMAT mengapresiasi pemerintah Toraja yang mengalokasikan dana besar untuk melindungi masyarakat Toraja dari pandemi Covid-19. Namun, pemerintah harus terbuka soal penggunaan anggaran tersebut.
“Kami dari Forum Mahasiswa Toraja (FORMAT) Makassar meminta kepada pemerintah untuk transparan dalam pengelolaan dana penanganan Covid-19, kita tentunya tidak menginginkan bencana covid-19 dimanfaatkan untuk merampok uang rakyat. Oleh karenanya, pemerintah harus terbuka dalam penggunaan dana Covid-19,” ungkap Heriadi ketua FORMAT.
Anggaran yang besar tentu potensial untuk disalahgunakan dan dikorupsi, oleh sebab itu masyarakat harus ikut mengawal penggunaannya.
“Kami mengecam pihak-pihak yang berniat memanfaatkan situasi ini untuk memperkaya diri sendiri dan kami menegaskan akan mengawal penggunaan uang negara dalam penanganan Covid-19 agar tidak dikorupsi dan tepat sasaran,” tegasnya.
- Wabup Gowa dan Suami HT Bersama Melayat ke Rumah Duka Eks Sopir Bupati, Sampaikan Duka Mendalam
- Pentas Seni Akhir Ajaran 2025-2026, TK Hj Sitti Aminah Lepas Siswa Menuju Jenjang Pendidikan SD
- JNE Menyambung Niat Mulia Para Donatur Bencana untuk Tujuan Kemanusiaan
- Gema Tanpa Kata: Pertunjukan Paduan Suara Teman Tuli
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
Selain menegaskan soal pentingnya pengawalan anggaran Covid-19. FORMAT juga menyoroti pemerintah Toraja yang terkesan tidak memperhatikan masyarakat Toraja yang tinggal di daerah lain.
“Di beberapa daerah di Indonesia, kami melihat pemerintah daerahnya pro aktif dalam melakukan pendataan masyarakat terdampak Covid-19 meskipun tinggal di luar daerah. Yang dimaksud terdampak itu bukan hanya yang terinfeksi, tetapi juga mereka yang kehilangan pekerjaan, kekurangan penghasilan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” Jelas Heriadi.
Heriadi melanjutkan, hal itu berbanding terbalik dengan sikap pemerintah Kabupaten Tanah Toraja dan Toraja Utara yang sampai hari ini terkesan menutup mata dan tidak peduli dengan masyarakat Toraja yang ada di luar Toraja. Misalnya yang tinggal di Kota Makassar sebagai salah satu episentrum penyebaran Covid-19.
“Kami menyampaikan kepada pemerintah Kabupaten Tanah Toraja dan Toraja Utara untuk tersentuh sisi kemanusiaan dengan memberikan perhatian kepada masyarakatnya yang ada di luar Toraja,” Tutup Heriadi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
