Industri Pariwisata Sulsel Dukung Gelaran TIF 2019 dengan Cara Ini

Kembali Digelar, TIF 2019 Hadirkan Musisi Lokal Hingga Mancanegara, Berikut Jadwalnya

Terkini.id,Makassar – Pelaku industri pariwisata di Sulawesi Selatan memprakarsai pelaksanaan gelaran Toraja International 2019 yang diproduksi oleh Lokaswaera ini berlangsung di Kete Kesu Toraja Utara, mulai 19 hingga 21 Juli 2019 mendatang.

Toraja International Festival ini merupakan event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Toraja Utara yang sudah ketujuh kalinya sejak tahun 2013.

Terkait event bernuansa wisata budaya, seni serta kuliner ini, pelaku industri pariwisata Sulawesi Selatan turut mengagas paket wisata pentahelix daerah untuk mendukung pelaksanaan even international tersebut.

Ketua DPD ASITA Sulawesi Selatan, Didi L. Manaba menilai event tahunan yang sudah masuk kalender event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini perlu mendapat dukungan dari sejumlah pihak termasuk stakeholder di Sulawesi Selatan.

“Kita perlu ikut berpartisipasi meramaikan event yang sudah masuk dalam 100 even wonderful Indonesia ini. Apalagi kegiatan bergengsi ini perlu kita dukung bersama-sama,” ujarnya.

Didi mengaku telah meminta sejumlah member ASITA untuk membuat variasi paket wisata yang bisa memfasilitasi sejumlah pihak mengikuti rangkaian kegiatan Toraja Internasional Festival 2019.

“Kami sudah meminta anggota ASITA buat paket yang bisa dikerjasamakan dengan unsur Pentahelix, sehingga nama paket tour itu dinamakan “Paket Pentahelix TIF 2019,” ucapnya.

Variasi paket wisata ini, lanjutnya sebagai bentuk apresiasi pelaku industri di Sulawesi Selatan dalam mendorong promosi destinasi andalan Sulsel ke mancanegara.

Kembali Digelar, TIF 2019 Hadirkan Musisi Lokal Hingga Mancanegara, Berikut Jadwalnyawar

“ASITA akan merancang variasi paket mulai dari personal grup sampe korporasi. Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendukung upaya promosi daerah. Badan Promosi akan kami libatkan juga dalam program bersama ini,” kata Didi yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel.

Senada Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra mengaku telah menjalankan program kerja yang di amanahkan UU No.10/2009 Tentang Kepariwisataan dengan berkolaborasi bersama asosiasi industri kepariwisataan daerah.

Dia menjelaskan supporting even Wonderful Indonesia di Sulsel ini bisa memfasilitasi pelaku industri lainnya seperti GIPI Sulsel, PHRI Sulsel, IHGMA dan HPI Sulsel terlibat dalam program promosi dalam bentuk Paket Wisata Pentahelix daerah ini.

“Kami berharap bukan member ASITA saja yang peduli dengan even TIF 2019 ini. Tetapi organisasi atau asosiasi lainnya juga ikut berpartisipasi. Kami sudah kontak Ketua GIPI Sulsel dan beliau langsung turun tangan ikut berkolaborasi. Semoga institusi dan lembaga lain punya spirit yang sama,” jelasnya.

Keterbatasan anggaran promosi daerah, kata dia jangan menjadi hambatan. Empat even nasional Wonderful Indonesia termasuk TIF 2019 di Toraja butuh dukungan seluruh stakeholder daerah.

“Masalah minimnya anggaran promosi sebaiknya jadi tantangan bersama. Kondisi inilah yang menjadi challenge untuk lebih inovatif dalam merancang program maupun produk andalan daerah. Kondisi kekinian butuh pelibatan semua pihak. Energi pentahelix daerah perlu dioptimalkan,” ucap Hendra.

Selain TIF 2019, Hendra berharap tiga event lainnya termasuk Pinisi Festival, Takabonerate dan Eight Festival yang dikenal dengan F8 tetap dilaksanakan tahun ini.

“Even F8 bukan hanya kebanggaan warga Makassar. Sembilan juta warga Sulawesi Selatan juga sebenarnya ikut berbangga. F8 telah masuk dalam top 10 even terpopuler Wonderful Indonesia tahun ini. Bayangkan saja, F8 terpilih dari 100 even yang terseleksi di Kalender Even Promosi Kementerian Pariwisata RI,” tutupnya.

Berita Terkait