FPR Bulukumba Aksi Unjuk Rasa Sikapi Mutasi Pegawai di Bulukumba

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Massa aksi FPR Bulukumba melakukan unjuk rasa di depan Kantor BKSDM Bulukumba untuk menyikapi persoalan mutasi pegawai di Bulukumba, Kamis (16/01/2020). [Sumber : Dok. FPR Bulukumba]

Terkini.id,Bulukumba – Aksi unjuk rasa dilakukan oleh Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bulukumba untuk menyikapi polemiik terkait mutasi pegawai yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bulukumba beberapa waktu lalu. Kamis (16/012020).

Aksi unjuk rasa ini berlangsung mulai pukul 10.00 wita di dua lokasi berbeda, yakni di depan Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM), dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba.

Berdasarkan pernyataan aksi FPR Bulukumba, mutasi pegawai tersebut dibagi atas dua jilid. Jilid 1 pada 5 Januari 2020 dengan memutasi 77 ASN dari eselon II sebanyak 16, dan eselon III sebanyak 61 orang.

Sementara jilid 2 dilakukan pada 7 Januari 2020 dengan memutasi 198 pengawai. 195 diantaranya berasal dari eselon IV, dan 3 orang lainnya berasal dari eselon III.

FPR Bulukumba menilai terdapat benyak kekeliruan yang dilakukan oleh BKSDM dalam proses mutasi tersebut.

Menarik untuk Anda:

Misalnya Kabid Diklat RSUD saat ini diisi oleh pejabat golongan III C, sementara tersapat kepala seksinya yang bergolongan IV.A.

Kemudian salah satu Kabid PMD bergolongan III.C namun membawahi pegawai bergolongan IV.A dan salah satu kepala seksi bawahannya berasal dari golongan IV.B.

Selanjutntnya jabatan asisten I pemerintahan yang sebelumnya kosong karena ditinggal pensiun sejak Desember tibi-tiba diisi begitu saja tanpa melalui lelang jabatan. Selanjutnya jabatan wakil direktur RSUD diisi oleh pejabat golongan III.D namun belum memiliki latpim. Serta terdapat posisi, yakni di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diisi oleh tiga pejabat.

Kekacauan ini diniali oleh FPR akan berdampak besar pada pelayanan kedepannya terhadap masyarakat. Utamanay pelayanan kesehatan dan administrasi.

Adapun tuntutan dalam aksi ini yaitu, FPR Bulukumba meminta pencopotan Kepala BKSDM Bulukumba dan mendesak DPRD Bulukumba untuk segera menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas polemik tersebut, serta meminta Inspektorat untuk segera mengusut persoalan mutasi ini.

Dalam aksi ini, massa aksi FPR Bulukumba saat berada di depan Kantor BKSDM Bulukumba meminta kepala BKSDM bersangkutan untuk keluar menemui massa aksi, namun hingga pukul 11.00 siang yang bersnagkutan tidak juga keluar.

Massa aksi kemudian bergeser ke Kantor DPRD Bulukumba untuk menyampaikan aspirasi. Beberapa saat kemudian, massa aksi diterima dan diarahkan untuk berdialog di ruang aspirasi.

Di hadapan perwakilan DPRD Bulukumba, yakni Muhammad Baki dan Zulkifli Sayye, massa menyampaikan tuntutannya, utamanya permintaan untuk segera mengadakan RDP.

Menanggapi permintaan tersebut, salah satu perwakilan DPRD Bulukumba menyatakan siap memenuhi permintaan tersebut dan langsung menjadwalkan RDP pada Jumat 17 Januari 2019 pukul 9.00 wita di kantor BKSDM Bulukumba.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Minimalisir Paparan Covid-19, Yonkav 6 Naga Karimata Laksanakan Kegiatan Rapid Tes

SMK Negeri 2 Barru Raih Juara LKS Tingkat Nasional Bidang Automobile Technology

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar