Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan Gelar Aksi Depan Kantor DPRD Sulsel Peringati Hari Kelaparan Sedunia

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Aksi

Jumat 16/10/2020. Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulses melakukan aksi dalam momentum memperingati hari perempuan desa sedunia dan hari kelaparan sedunia yang jatuh pada hari jumat 16 Oktober 2020. Aksi tersebut dilakukan didepan kantor DPRD Provinsi Sulsel. Diawali dengan berkumpulnya massa aksi di giant pettarani yang selanjutnya berjalan kaki menuju kantor DPRD Sulsel.

Dalam orasinya jenderal lapangan aksi menjelaskan tentang kondisi objektif rakyat Indonesia di bawah rezim Jokowi-Maruf Amin yang dinilai telah gagal dalam mengentaskan persoalan kemiskinan yang hari ini masih menjadi masalah rakyat Indonesia. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa Indonesia masih bercokol sistem setengah jajahan dan setengah feudal yang sarat dengan perampasan dan monopoli tanah di pedesaan sehingga hal itulah yang menyulitkan ketersediaan pangan yang menjadi syarat bagi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Aksi tersebut diselingi dengan penyampaian orasi politik oleh perwakilan organisasi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulsel dan juga pembacaan puisi oleh peserta aksi untuk meningkatkan semangat peserta aksi ditengah terik matahari yang menyengat.

“Perlu kita pahami bahwa kemiskinan structural yang dialami oleh rakyat Indonesia tidak lepas dari basis ideologi yang menjadi kerangka piker Negara dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah selayaknya diorientasikan pada kesejahteraan rakyat tetapi negara pada kenyataannya Negara melalui lingkaran oligarkinya justru menunjukan keberpihakan pada kelas kapitalis, alhasil perampasan dan monopoli tanah dengan dalih pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi dijadikan alas an untuk semakin menghisap masyarakat marginal dipedesaan” kata  bung risal dalam orasi politiknya selaku perwakilan FMN ranting Unhas.

Sebelum massa aksi membubarkan diri, jenderal lapangan membacakan tuntutan yang dibawa oleh FPR Sulsel. Cabut Undang-undang cipta kerja, Hentikan segala bentuk diskriminasi golongan dan wujudkan keadilan sosial  bagi seluruh rakyat Indonesia, wujudkan kedaulatan pangan, berikan sarana pendidikan , kesehatan dan lapangan kerja seluas-luasnya bagi pemuda desa, cabut UU dikti No 12 tahun 2012, Hentikan Impor pangan, berikan jaminan harga yang layak atas hasil produksi pertanian kaum tani, hentikan diskriminasi upah bagi buruh tani perempuan, dan berikan jaminan keselamatan kerja yang memadai, sahkan Ruu PKS, Turunkan harga pangan dan kebutuhan pokok rakyat lainnya, hentikan kekerasan dan kriminalisasi kepada rakyat yang menuntut haknya, hentikan penggusuran atas nama pembangunan terhadap masyarakat adat Pubabu, Besipae NTT, berikan jaminan upah, sewa tanah dan bagi hasil yang adil bagi kaum tani dan wujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Meski Pandemi, Satgas Pamtas Yonif 312 KH Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Cinta Rasul, Pesantren Matahari Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar