“Bahkan 3 Oktober tahun ini kan Agustus tahun ini, sudah ada deklarasi calon presiden selanjutnya Pak Prabowo. Kemudian, menyusul Anies 2 tahun sebelum dia menyelesaikan tugas sebagai presiden,” tambahnya.
Menurut Effendi, seharusnya pendukung Jokowi Mania marah lantaran saat ini, sudah ada partai yang mendeklarasikan capres mereka di hadapan publik secara resmi.
“Harusnya Jokowi Mania marah tuh. Loh, cepat sekali anda mendeklarasikan calon presiden misalnya. Tapi, Pak Jokowi membalasnya dengan menurut saya hiburan kelas dunia kepada siapapun dia memberikan harapan dan dukungan,” katanya.
“Adil loh ini dukungannya dua. Jadi kalau mau kepada Pak Prabowo dan betul ya. Kemudian, dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf Pak Prabowo supaya jangan salah. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo. Tapi, pada waktu ke Ganjar di HUT-nya Partai Golkar, saya dengar-dengar dan saya melihat tiap hari itu Pak Erlangga, kemudian ketua umum PAN dan PPP itu, rangkulan-rangkulan terus. Jangan hanya rangkul-rangkulan terus. Tapi, saya yakin sebentar lagi akan ada secara resmi mengumumkan siapa yang akan didukung,” tambahnya.
Effendi juga memperjelas dukungan Jokowi hanya berupa hiburan kepada Prabowo dan Ganjar.
“Nggak. Dua-dua diberikan hiburan. Nah, cuma kalau pagi ini kita ngajak teman-teman pemirsa dan ini GP mania. Jadi GP bisa dua artinya. Itu kalau melihat Pak Jokowi bicara, itu kalau mahasiswa sampai punya catatan. Yang dia bilang A sebetulnya maksudnya B,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![GP Mania menimbulkan dua perspektif berbeda antara Ganjar Pranowo Mania dan Gerakan Prabowo Mania. [YouTube tvOneNews] gp mania 2022](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2022/11/terkiniid_screenshot_620.jpg)