Gatot Ngaku Dipecat karena Putar Film G30S/PKI, Faktanya Sudah Masuk Masa Persiapan Pensiun

Terkini.id, Jakarta – Jenderal Purnawirawan TNI, Gatot Nurmantyo membuat heboh karena membeberkan bahwa dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI karena instruksinya memutar film G30S/PKI.

Gatot mengungkapkan bahwa dirinya harusnya masih menjabat di TNI sampai masa pensiunnya berakhir, yakni akhir Maret 2018.

Namun secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR dan meminta Gatot diganti oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Mutasi terakhir yang diteken Gatot pun akhirnya dibatalkan oleh Hadi Tjahjanto.

Benarkah Gatot dicopot sebelum masa pensiunnya?

Peneliti dan jurnalis lepas, Made Supriatna menyampaikan pendapatnya terkait masalah itu. Menurut dia, Gatot resmi berhenti menjabat Panglima TNI pada 8 Desember 2017.

Menarik untuk Anda:

“Sesuai dengan undang-undang, dia harus pensiun dari dinas militer persis saat dia berusia 58 tahun. Gatot lahir pada 13 Maret 1960. Jadi dia pensiun persis pada tanggal 13 Maret 2018,” terangnya lewat akun facebook.

“Dalam dinas militer ada yang namanya MPP (Masa Persiapan Pensiun). Biasanya, MPP untuk prajurit yang berdinas 20 tahun atau lebih akan diberikan MPP selama setahun sebelum masa pensiun.

Gatot diberhentikan TIGA BULAN sebelum dia pensiun. Dia menjalani MPP hanya tiga bulan. Banyak jendral yang MPP lebih lama dari dia,” ulasnya.

Made Supriatna pun menilai, pemberhentian Gatot adalah hal yang wajar.

“Mengapa kemudian dia mengklaim bahwa dia diberhentikan sebagai Panglima TNI karena kaitannya dengan memutar film G30S? Padahal dia diberhentikan secara wajar. Dia tiga bulan lagi akan pensiun. Semua prajurit TNI mengalami masa MPP.

Saya tidak tahu motif persisnya. Namun, saya bisa menangkap bahwa dia sedang meng-casting dirinya menjadi korban. Dan dia menjadi korban karena ‘perjuangannya’ yang anti-PKI. Tentu permainannya sebagai korban ini ditujukan untuk mencari simpati.

Gatot Nurmantyo sekarang ini adalah politisi sipil. Dan. sebagai politisilah dia bertingkah laku. Dia berhak mengklaim sana ini,” kata dia menyimpulkan.

Dan, publik berhak pula menelisik semua klaim yang dia bikin. Klaim bahwa dirinya diberhentikan karena memerintahkan memutar film, saya kira terlalu berlebihan’

Sebelumnya, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo membeberkan peristiwa 2017 silam, saat dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI.

Gatot mengungkapkan, ia harusnya masih menjabat di TNI sampai masa pensiunnya berakhir, yakni akhir Maret 2018.

Namun secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR.

Jokowi meminta Gatot diganti oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Mutasi terakhir yang diteken Gatot pun akhirnya dibatalkan oleh Hadi Tjahjanto.

Menurut Gatot, penggantian posisi pucuk pimpinan TNI tersebut terjadi lantaran dia bersikukuh menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar atau menonton film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 2017. Keputusan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

“Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja PDIP. ‘Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti’. Saya bilang terima kasih, justru saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan benar-benar saya diganti,” kata Gatot lewat akun channel Youtube Hersubeno Arief, dikutip Republika, Selasa 22 September 2020.

Gatot juga mengungkapkan, kemungkinan bangkitnya PKI di Indonesia bukan hal yang tak mungkin.

Ia mengamati, PKI gaya baru bangkit sejak 2008 ketika seluruh mata pelajaran di sekolah menghapuskan sejarah kelam tentang peristiwa G30S/PKI.

Menurut dia, hal itu menandakan memang gerakan tersebut tidak bisa dilihat bentuknya, tapi dapat dirasakan. Karena itu, Gatot sejak menjabat sebagai Panglima Kostrad pada 2013-2014 kerap mengisi kuliah umum di berbagai kampus untuk melawan gerakan PKI gaya baru.

“Ini suatu hal yang sangat berbahaya, karena kalau yang paling unit kecil adalah kelas 6 SD maka ditambah taruhlah sekarang ini maka mereka semua yang duduk di universitas tidak pernah mengenyam pelajaran tersebut sehingga pada 2017 kita sama-sama ingat, generasi muda 90 persen lebih tidak percaya adanya PKI maka dengan data-data yang ada pertama kali saya menjabat Pangkostrad saya beranikan untuk kuliah umum proxy war di Universitas Indonesia,” kata Gatot.

Dia melanjutkan, gerakan PKI gaya baru semakin nyata saat ini lantaran berhasil mengganti Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni.

Padahal, menurut Gatot, Pancasila pada 1 Juni ini adalah konsep Trisila dan Ekasila yang disampaikan Bung Karno.

Gatot mengatakan, diusulkannya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang saat ini prosesnya dihentikan, bukan dicabut juga menandakan adanya kekuatan yang ingin mengganti Pancasila.

“Maka mereka sudah investasi lebih dulu, jadi mereka secara tidak langsung hampir seluruh bangsa memperingati Hari Pancasila pada 1 Juni. Dan lebih lanjut lagi adanya RUU HIP,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ustaz di Aceh Ditikam saat Ceramah Maulid Nabi

‘Hari Terpatah Hati Buat Kami’, Pramugari Curhat Usai Garuda PHK 700 Karyawan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar