Terkini.id, Jakarta – Jika diibaratkan senuah kapal, Indonesia dinilai akan tenggelam. Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani saat deklarasi gerakan tersebut pada Senin 18 Agustus 2020 kemarin.
Sejumlah tokoh masyarakat menghadiri acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI tersebut di Tugu Proklamasi Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 18 Agustus 2020.
Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengungkapkan, ada berbagai macam pokok pikiran untuk menilai bangsa saat ini dalam kondisi problem yang begitu banyak.
Problem di bidang ekonomi, misalnya, ditandai dengan terjadinya penurunan sampai minus 5,32 persen.
“Kami menilai bahwa sesungguhnya penurunan ekonomi ini, atau kemerosotan ekonomi tidak semata-mata akibat pandemi, tapi jauh sebelum pandemi ini ekonomi kita sudah bermasalah,” kata Yani dikutip dari suaracom.
- Touring 3.000 KM, RGOG Indonesia Perkenalkan Pesona Alam Sulawesi dan Aksi Sosial
- PT Pelindo Jasa Maritim Perkenalkan Model Integrasi Energi dan Pariwisata Maritim di Forum LNG Internasional
- Menebar Keikhlasan dan Kepedulian, Jamaah Masjid Nurul Falah Polbangtan Gowa Laksanakan Penyembelihan Hewan Qurban
- FISIP Unismuh Catat Prestasi, Prodi Administrasi Negara Raih Predikat Unggul
- Humas Kominfo Jeneponto, Makna Kurban Dan Pengabdian Sejati Seorang Pelayan Negara
Selain itu, aksi ini menyoroti masalah politik, hukum, sosial budaya, industri pertambangan, dan lain sebagainya.
“Jadi pada akhirnya kami tidak mengklaim diri kami sebagai oposisi. Kami hanya menyampaikan pikiran kami, pandangan kami, penilaian kami terhadap situasi dan kondisi. Sebagai partisipasi kami sebagai warga negara yang melihat biduk perahu kapal Indonesia ini akan tenggelam,” katanya.
Oleh karena itu, Yani mengatakan, KAMI ini berusaha semua untuk menyelamatkan agar kapal Indonesia ini tidak tenggelam. Yani juga meminta agar pemerintah mendengar aspirasi para deklarator KAMI tersebut.
Tentunya, jika pemerintah tidak merespons, ia menyerahkan sepenuhnya karena kedaulatan kekuasaan itu sepenuhnya ada di tangan rakyat.
Bahwa ini hanya menampung, menerima, dan menyalurkan aspirasi rakyat tersebut.
“Karena saat ini kita ketahui masyarakat kita, rakyat kita kesusahan mencari makan, mencari kerja, di mana-mana kesulitan dan sebagainya.
Oleh karena itu hal-hal yang mengalami kesusahan itu kami menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi itu. Berikutnya, kekuasaan itu ada di tangan rakyat,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
