Klaim Sebagai Partai Milenial! Deklarasi Partai Pelita, Ketua Umum: Turun ke Jalan Tak Lagi Efektif

Terkini.id, Jakarta Partai Pelita akhirnya resmi dideklarasikan pada Senin 28 Februari 2022 usai menerima SK dari Kementerian Hukum dan HAM.

Partai besutan Din Syamsuddin tersebut mengklaim seluruh pengurusnya berasal dari pemuda milenial.

Ketua Umum Partai Pelita, Beni Pramula menyebut partainya sebagai ruang aspirasi para generasi muda.

Baca Juga: Soal Kasus Ferdy Sambo, Mantan Ketua Muhammadiyah: Runtuhkan Sendi Negara...

Sebab menyuarakan aspirasi dengan teriak di jalan sudah tidak efektif lagi.

Sehingga partai politik merupakan salah satu wadah untuk bisa mengemukakan aspirasi secara langsung melalui jalur politik.

Baca Juga: Masih Anti Cina? Din Syamsuddin: Islam Sejalan Dengan Ajaran Tionghoa!

“Kami ingin satu ruang yang lebih efektif, satu ruang yang bisa langsung kami kemukakan tanpa kami harus sering-sering ke jalanan jadi kami lebih memilih partai poltiik untuk membangun bangsa dan tanah air,” ujar Beni Senin 28 Februari 2022.

Untuk itu Beni bakal memperjuangkan partainya untuk bisa lolos sebagai peserta Pemilu 2024.

“Kami akan berhadapan dengan verifikasi administrasi dan faktual dari KPU, kami akan berjuang agar Partai Pelita setelah dapat SK supaya kelak bisa jadi partai peserta Pemilu di 2024,” ucapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Juga: Masih Anti Cina? Din Syamsuddin: Islam Sejalan Dengan Ajaran Tionghoa!

Sementara itu Din Syamsuddin yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawarahan Partai (MPP) Pelita menginginkan agar partai tersebut mengedepankan nilai-nilai dakwah.

Dalam artian nilai dakwah yang dilihat dari berbagai perspektif agama.

Sehingga politik Indonesia dapat lebih beretika dengan nilai-nilai luhur keagamaan.

“Dakwah dalam arti menegakkan dan mengamalkan nilai-nilai etika politik keagamaan, bahwa politik bukan hanya sekedar berpolitik tapi politik harus menampilkan etika keagamaan sehingga politik nasional Indonesia adalah politik yang beretika dan beragama,” jelas Din dalam konferensi pers di Jakarta Barat.

Bagikan