Gempa Sulbar adalah Tanggap Darurat, Bukan Bencana Status Nasional

Terkini.id, Sulbar – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa, status penanganan bencana gempa Sulbar bukan bencana nasional. Tetapi, penanganannya berstatus tanggap darurat.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati untuk mengoreksi informasi mengenai status penanganan di Sulbar yang beredar di masyarakat. Peristiwa itu sempat diinfokan sudah berstatus bencana nasional.

“Jadi tolong dikoreksi tidak ada status bencana nasional, sekali enggak ada, adanya status tanggap darurat,” ujar dalam keterangannya.

Status penanganan sebagai tanggap darurat pascabencana sendiri disebutnya sudah ditetapkan oleh Gubernur Sulawesi Barat, HM Ali Baal Masdar melalui surat nomor 001/Darurat-SB/I/2021.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Status berlaku selama 14 hari terhitung mulai tanggal 15 Januari sampai dengan 28 Januari 2021,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Sulbar Apresiasi IKA Magister Ilmu Biomedik Pascasarjana Unhas Bantu...

Hingga Minggu 17 Januari 2021 sore, dilaporkan sudah ada 73 orang yang menjadi korban jiwa karena gempa berkekuatan 6,2 SR pada 15 Januari lalu itu. Raditya menyebut jumlah korban itu tersebar di Majene sembilan orang dan Mamuju 64 orang.

“Total korban jiwa saat ini 73 jiwa,” katanya.

Raditya juga menyebut pihaknya menerima laporan adanya 743 orang yang dalam kondisi luka-luka. 554 di antaranya berada di Majene dan sisanya, 189 jiwa di Mamuju.

Baca Juga: Bantu Korban Gempa Sulbar, Sekolah Pascasarjana Unhas Luncurkan Dua Program

“Korban luka-luka dilaporkan 743 orang,” tuturnya.

Tak hanya itu, karena gempa berkekuatan 6,4 SR ini, ratusan ribu warga harus diungsikan. Mereka diamankan di 25 titik pengungsian di Majene dan 5 titik lagi di Mamuju.

“27.850 orang mengungsi saat ini,” pungkasnya.

Bagikan