Terkini.id, Sulbar – Anak-anak di pengungsian korban gempa Sulawesi Barat salah satunya di Lingkungan Banua, Petakeang, Tappalang Sulawesi Barat saat ini membutuhkan pemulihan trauma (trauma healling) pasca gempabumi di Sulbar, Jumat 15 Januari 2021 lalu.
“Hingga saat ini masyarakat di sini masih mengungsi. Sebab hampir semua mengalami kerusakan rumah yang cukup parah,” jelas salah satu relawan Posko Bersama Deking yang saat ini masih berjibaku di lokasi, Dahri Dahlan saat dihubungi redaksi terkini.id, Senin 25 Januari 2021.
Dahri menuturkan, anak-anak yang mengungsi mengalami trauma dan rasa tidak percaya diri, sebab berkali-kali mengalami gempabumi susulan.
“Total keluarga yang berada di sini sebanyak 380 KK. Data bayi atau anak di sini masing-masing usia 0-6 bulan sebanyak 10 orang, usia 6-1 tahun ada 14 orang, usia 1-3 tahun ada 44 orang dan usia 3-5 tahun sebanyak 32 orang,”pungkas Dosen Prodi Sastra Indonesia, FIB Universitas Mulawarman, Samarinda ini.
Dia berharap ada pihak-pihak yang mau membantu proses trauma healing, bagi seluruh korban terutama bagi anak-anak di lokasi pengungsian tersebut.
- Ribuan Alumni Perikanan Unhas Siap Berkumpul, Diramaikan Pameran UMKM
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
Dia juga berharap rumah-rumah yang rusak dapat segera mungkin dipulihkan, agar masyarakat dapat kembali tinggal di rumah masing-masing.
“Dan perlunya aktivitas untuk mengembalikan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa takut anak-anak korban gempabumi,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
