“Tidak ada yang membantah bahwa dunia sedang menghadapi tantangan ekonomi. Tetapi tugas pemerintah justru memastikan dampaknya bisa diminimalkan terhadap rakyat,” kata Asri.
Sebagai organisasi yang lahir dari semangat partisipasi warga negara, Gerakan Rakyat memandang kritik dan optimisme bukan dua hal yang saling bertentangan.
“Kami percaya pada masa depan Indonesia. Tetapi kecintaan terhadap bangsa tidak bisa diwujudkan dengan menutupi masalah. Cinta kepada Indonesia mesti diwujudkan dengan keberanian mengatakan yang benar, sekalipun itu tidak nyaman didengar,” tambahnya.
Asri juga menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari upaya memperbaiki keadaan, bukan untuk menjatuhkan negara.
“Kritik adalah bagian dari ikhtiar memperbaiki keadaan, bukan upaya menjatuhkan negara,” tegas Ketua Partai Gerakan Rakyat Sulsel tersebut.
- Belum Hamil Bukan Hanya Persoalan Istri, Ini Pesan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi untuk Para Suami
- September Penuh Warna Ala Honda, Ada Promo Menarik untuk BeAT, Scoopy hingga PCX160
- Honda Modif Contest 2026 Segera Digelar di Maros, Asmo Sulsel Ajak Modifikator Unjuk Kreativitas
- Asmo Sulsel Hadirkan Promo September, Beli Motor Honda Bisa Dapat Gratis Angsuran hingga 3 Kali
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Makassar Berjasa, 81 Ribu Pekerja Rentan Telah Terlindungi
Menutup pernyataannya, Asri mengajak seluruh elemen bangsa membangun budaya demokrasi yang lebih dewasa dan terbuka terhadap kritik.
“Demokrasi yang sehat tidak meminta rakyat diam demi menjaga optimisme. Demokrasi yang sehat memberi ruang bagi kritik agar pemerintah semakin kuat dan kebijakan semakin tepat,” pungkasnya.
“Indonesia tidak membutuhkan optimisme yang dipaksakan. Indonesia membutuhkan optimisme yang lahir dari kejujuran, keberanian, dan kerja nyata,” tutup Asri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
