Gerhana Total Terangi Ramadan, Unismuh Gelar Salat Khusuf dan Observasi Teleskopik

Gerhana Total Terangi Ramadan, Unismuh Gelar Salat Khusuf dan Observasi Teleskopik

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Tayangan fase gerhana memperlihatkan bagaimana pergerakan bumi, bulan, dan matahari berlangsung dalam keteraturan kosmis.

Khutbah: Gerhana Adalah Ayat Kebesaran Allah

Dalam khutbahnya, KH. Abbas Baco Miro menegaskan bahwa gerhana merupakan sunnah muakkad untuk disikapi dengan salat, doa, dan istigfar.

Ia mengutip Surah Al-Anbiya ayat 33 tentang peredaran matahari dan bulan sebagai bagian dari sunnatullah—hukum Allah yang tetap dan teratur.

“Gerhana bukan karena kematian seseorang atau pertanda mitos tertentu. Ia adalah tanda kebesaran Allah yang mengingatkan manusia untuk kembali mendekat kepada-Nya,” tegas Abbas.

Baca Juga

Ia juga mengingatkan kisah wafatnya putra Rasulullah SAW, Ibrahim, yang bertepatan dengan gerhana matahari. Saat itu, Nabi Muhammad SAW meluruskan anggapan masyarakat bahwa gerhana tidak berkaitan dengan kelahiran atau kematian siapa pun.

Menurut Abbas, momentum gerhana termasuk waktu mustajab untuk berdoa dan memperbanyak sedekah.

“Inilah kesempatan terbaik menyampaikan hajat kepada Allah sekaligus memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.

Sains dan Spiritualitas Bertemu

Pelaksanaan Salat Gerhana di kampus Unismuh menjadi ruang pertemuan antara iman dan ilmu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.