Terkini.id, Jakarta – Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Habiburrokhman mengakui tak sepantasnya seorang Gubernur mempermalukan orang lain depan publik.
Makanya itu, ia menyarankan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi segera minta maaf kepada Khoiruddin Aritonang. Seorang pelatih biliar Sumut yang dijewer dan diusir oleh Edy di sebuah acara resmi Senin 27 Desember 2021 lalu.
Tindakan tersebut dilakukan hanya karena pelatih tersebut tidak tepuk tangan usai Edy berpidato.
Setelah aksi itu, video rekamannya lantas viral di media sosial. Hingga mendapat kecaman dari publik tanah air.
“Saran saya beliau minta maaf saja agar tidak ada yang merasa disakiti dan dipermalukan,” ucap Habib menyarankan Rabu 29 Desember 2021.
- Patudangi Azis Kunjungi Warga Duafa di Desa Polewali, Salurkan Sembako dan Santunan Tunai
- Organisasi Sayap Partai Gerindra, Gemira Sulsel Siap Menangkan Andi Sudirman Sulaiman
- Koalisi Makin Kuat, Giliran Gerindra Serahkan B1 KWK kepada Andi Sudirman-Fatmawati
- Partai Gerindra Keluarkan Rekomendasi ke Andi Seto untuk Pilwalkot Makassar 2024
- Soal Usungan Partai Gerindra, Andi Iwan Unggul Autentisitas dan Loyalitas Kekaderan
Menurutnya tindakan tersebut dapat dibenarkan jika untuk anak buah yang berkordinasi langsung dengan dia dalam kepentingan edukasi dan melatih disiplin. Namun harus dilakukan di dalam ruang tertutup, bukan di hadapan banyak orang.
“Itu kan di ruang terbuka, dan juga si pelatih biliar juga bukan anak buah langsung, jadi enggak bisa diperlakukan demikian,” ucap Habib dilansir dari cnnindonesia.com.
Sebagai tambahan, Gerindra merupakan salah satu dari enam parpol pengusung Edy Rahmayadi dalam Pilgub Sumut 2018 lalu.
Diberitakan sebelumnya, Khoiruddin dijewer dan diusir karena tidak memberi tepuk tangan usai Edy berpidato. Pada acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX di Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin siang yang lalu.
Akibat perbuatan tersebut, pria yang akrab disapa Choki ini lantas tersinggung dan memberikan kritikan balik kepada sang Gubernur. Ia menilai Edy adalah sosok yang gila hormat namun minim perhatian pada insan olahraga biliar.
“Minus perhatian terhadap dunia olahraga, tapi gila hormat dan tepukan tangan dari penggiat olahraga. Hal spektakuler apa dibuat dia, sehingga penting kali tepuk tangan,” ucap Choki.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
