Gowa Bentuk 60 Kampung Keluarga Berencana, Sasar Desa-Desa Tertinggal

Gowa Bentuk 60 Kampung Keluarga Berencana, Sasar Desa-Desa Tertinggal

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Ia mengaku, pencanangan Kampung KB telah dibentuk dengan sasaran utamanya adalah menyasar desa-desa yang cakupan KB nya masih rendah, serta tingkat kesejahteraannya yang masih rendah. 

Bahkan pada 2022 mendatang sesuai dengan aturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang penanganan stunting memfokuskan pembentukan Kampung KB dengan melihat angka stunting di daerah tersebut. 

“Makanya kemarin itu Kampung KB yang juga yang menjadi lokus stunting,” ujarnya. 

Ia menyebutkan, beberapa program Kampung KB yang difokuskan antara lain mempercepat penurunan angka kemiskinan, mempercepat penurunan kematian angka ibu dan bayi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membentuk kelompok kegiatan (Poktan) yang ada di desa tersebut. 

“Dari Kampung KB ini juga kami banyak membentuk 175 pelaku usaha mandiri atau Usaha Peningkatan pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dengan memanfaatkan hasil bumi yang ada di desa masing-masing,” beber Murniati. 

Dengan adanya Kampung KB di 60 desa yang ada di masing-masing kecamatan ini beberapa perubahan dari desa tersebut mulai dirasakan masyarakat. 

Antara lain pada sektor kesehatan yaitu penurunan angka kematian ibu dan bayi serta, sanitasi layak, pemanfaatan air bersih dan meningkatkan cakupan imunisasi. 

Kemudian pada peningkatan masyarakat yaitu perbaikan insfrastruktur, penurunan jumlah rumah tidak layak huni dan pembinaan kemandirian masyarakat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.