Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menanggapi Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor yang menyebut Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut sebagai benteng terakhir pertahanan pluralisme, toleransi, dan demokrasi.
Mustofa Nahra menyindir bahwa ia menanggap kesan sombong dari pernyataan GP Ansor tersebut.
Menurutnya, toleransi dan demokrasi tidak akan berhenti meski Yaqut Cholil Qoumas tidak ada.
“Kesan yang saya tangkap: Aduhai sombong-nya!” kata Mustofa Nahra melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 26 Februari 2022.
“Karena toleransi dan demokrasi, tak bakal berhenti, meski tanpa Pak Yaqult. Maaf,” sambungnya.
- Dukung Kenaikan Harga BBM, Yaqut Cholil Sebut ini Bentuk Keadilan Subsidi untuk Rakyat
- Haramkan Kadernya Masuk PKS, GP Ansor: Warna Hijau Merah Boleh Tapi Jangan Oranye!
- Gus Nadir Sindir GP Ansor DKI Jakarta Geruduk Holywings Akibat Promosi Miras: Ansor Rasa FPI
- Menteri Agama Akan Panggil GP Ansor Terkait Konvoi Holywings
- Holywings Promosi Minuman Alkohol, GP Ansor: Kami Akan Bersuara Lantang Melawan!
Dilansir dari berita yang ditanggapi Mustofa Nahra, Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor bersuara atas banyaknya hujatan yang mengarah kepada Gus Yaqut.
Sebagaimana diketahui, Gus Yaqut belakangan ini jadi sorotan publik nasional setelah mengeluarkan surat edaran pengeras suara masjid musala.
Gus Yaqut juga ramai dikritik, didemo, dan bahkan dilaporkan ke polisi karena dinilai membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.
Melalui postingannya, GP Ansor menegaskan dukungan kepada Gus Yaqut yang merupakan Ketua Umum GP Ansor.
“Gus Yaqut adalah benteng terakhir pluralisme, toleransi, dan demokrasi. Satu kata, Lawan!” tulis akun GP Ansor di flyer yang diunggah, dikutip Hops.ID dari akun Instagram GP Ansor, Sabtu 26 Februari 2022.
Kadensus 99 Ansor, Nuruzzaman juga mendukung keputusan Menteri Agama yang mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
Kadensus Ansor itu meminta seluruh kader GP Ansor untuk melindungi dan mendukung Gus Yaqut.
“Saatnya kita kader-kader Ansor kader Banser menjaga, karena kita tahu komitmen yang dibuat Gus Yaqut itu sama dengan kita, perjuangan kita sama, kita satu komando. Bagaimana caranya kita menghadapi mereka,” jelas Nuruzaman dalam siaran IG GP Ansor.
Dia meminta kader Ansor untuk tidak diam saja melihat Gus Yaqut dihujat sana sini karena mengeluarkan surat edaran tersebut.
“Jangan diam saja, berdiri semua di depan Gus Yaqut bukan di belakang Gus Yaqut. Kenapa? karena kita punya cita-cita sama untuk menjaga dan merawat republik ini,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
