Greenhouse Polbangtan Gowa Gunakan Sistem Penyiraman Pengkabutan Menggunakan Sensor Kelembaban, Manfaatkan Panel Surya Sebagai Energi

Greenhouse Polbangtan Gowa Manfaatkan Solar Cell
Greenhouse Polbangtan Gowa Manfaatkan Solar Cell

Pemanfaatan teknologi saat ini sudah merambah keberbagai bidang, tidak terkecuali bidang pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, petani Indonesia pun harus mengikuti perkembangan teknologi di era 4.0. “Petani Indonesia tidak boleh tertinggal karena banyak inovasi teknologi dan mekanisasi yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Mentan SYL. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, menambahkan bahwa saat ini sektor pertanian sedang memasuki era baru yang memiliki pendekatan berbasis online dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Syahrul menilai, langkah intervensi pertanian baru harus dilakukan agar Indonesia benar-benar maju, mandiri dan berdaulat.

“Di era sekarang, startup dan robot construcktion sudah menjadi bagian dari pertanian. Dengan begitu digital system menjadi pendekatan baru di sektor pertanian masa depan,” ujar Syahrul dari ruang pusat data Agriculture War Room (AWR).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi sangat penting untuk mendukung industri 4.0. Pemanfaatan teknologi itu akan lebih efisien dan penting. Teknologi informasi, misalnya, bisa menghubungkan produsen dan konsumen.

Dedi mengatakan, penggunaan teknologi modern tidak boleh setengah hati. Saat era normal baru, teknologi menjadi keharusan agar produksi pertanian efisien, cepat, dan masif.

Menarik untuk Anda:

Di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa khususnya dibidang teknis sudah mulai beradaptasi dengan lahirnya teknologi-teknologi baru, seperti pemanfaatan IoT atau Internet of Things. Jati Nurcholis, salah satu dosen alsintan sudah menerapkan teknologi IoT ini untuk melakukan penyiraman tanaman yang berbasis android.

Kali ini, Polbangtan Gowa kembali membuat inovasi. Salah satu teknologi yang baru diterapkan dalam hal menyiram tanaman pada green house. Teknologi yang diterapkan adalah smart irigasi bertenaga surya dengan system penyiraman secara peng kabutan dan menggunakan sensor kelembaban.

Jati Nurcholis selaku tenaga teknis menjelaskan sistem kerja dari smart irigasi sebagai berikut Energi matahari diserap oleh solar sell yang terpasang disamping green house, selanjutnya Energi matahari tersebut dialirkan melalui jalur yang telah dibuat, kemudian masuk ke kontrol panel solar sell dan diteruskan lagi ke bateri menjadi energi listrik 12 volt, Aliran listrik dari bateri masuk lagi ke panel humidity dan diteruskan ke pompa air bertekanan 8 bar, Pompa air tersebut akan berkerja sesuai dengan apa yang kita atur dalam panel humidity, misalnya : Apakah kita ingin menggunakan pompa secara manual. Maka kita mengatur dipanel humidty pada posisi tombol manual, pompa air akan berfungsi secara manual.  Atau Apakah kita ingin menggunakan pompa secara otomatis maka kita mengatur panel humidity pada posisi  tombol otomatis pompa akan berkerja secara automatif dengan mengikuti sensor humidity, dimana sensor ini bekerja berdasarkan kelambaban yang kita atur dipanel Humidty. Misalnya kita memberikan range kelembaban antara 60 % sampai 80 %. 

Berikutnya Pompa air akan menyala pada posisi kelembaban diawah 60 % dan Pompa air akan berhenti bekerja apabila kelembaban mencapai 80 % dan Semburan air yang dihasilkan dari Nozel yang ada digreen house berupa kabut yang akan menjaga posisi kelembaban yang telah kita air. Penyiraman dengan menggunakan system ini akan bekerja setiap hari selama 24 jam dengan mengikuti pengaturan kelembaban pada panel humidty yang telah dijelaskan sebelumnya.

Ini merupakan terobosan ujar Syaifuddin, Direktur Polbangtan Gowa. Ini yang kami harapkan agar para dosen. tenaga pengajar lainnya selalu meng-update pengetahuan kekinian, belajar dan berani bereksperimen dan total saya pasti dukung.

Pemanfaatan teknologi ini merupakan Inovasi teknologi terapan tepat guna ini berfungsi menyirami tanaman secara otomatis dari yang sebelumnya menggunakan sistem penyiraman manual atau konvensional dengan tenaga manusia sekarang sudah dapat dikontrol melalui kontrol panel solar sell bahkan dapat dilakukan penjadwalan penyiraman secara otomatis.

Jati menyebutkan penyiraman tanaman hortikultura secara manual akan menghabiskan tenaga karena beban terasa berat di punggung sebab sering membungkuk ketika mengambil air. Disamping itu waktu yang digunakan dalam penyiraman tradisional menggunakan ember sangat panjang, berbeda dengan aplikasi alat ini yang durasi waktu penyiramannya lebih singkat. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, BEM Unsa Makassar Gelar Bazar Penggalangan Dana Mubes

Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementerian Pertanian

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar