Terkini.id — Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah memberikan penjeladan terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 pada Rapat Paripurna di DPRD Sulsel, Jumat 18 Januari 2018.
Pada paripurna itu, Nurdin Abdullah menjelaskan sejumlah poin terkait rencana pembangunan Sulsel untuk lima tahun kedepan dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah bersama Andi Sudirman Sulaiman (wakil gubernur).
Salah satu fokus utama Nurdin Abdullah-Andi Sudirman yaitu, mengembangkan pariwisata dan pengembangan pertambangan.
“Di beberapa negara, termasuk di Indonesia, semua mulai mengalihkan ke sektor pariwisata, karena pariwisata ini adalah akan menjadi salah satu sumber pendapatan kita yang sah, dan akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan,” jelas Nurdin Abdullah.
Mantan Bupati Bantaeng ini memberikan contoh Provinsi Kalimantan yang sudah mulai merubah cara berpikirnya, mengenai bagaimana potensi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dalam hai ini soal pertambangan.
- Gubernur Sulsel Borong Miniatur Pinisi Karya UMKM Bulukumba di Pameran HUT Dekranas ke-46
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
- Program MYP Dipuji DPRD Sulsel, Fraksi Nasdem: Gubernur Sulsel Layak Disebut Bapak Pembangunan
- Jalan Lingkar Unhas Masuki Tahap Betonisasi, Gubernur Sulsel: Demi Kelancaran Mobilitas Warga
- TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Program Keluarga Sehati di Luwu Timur
“Kita bisa lihat, Kalimantan sekarang sudah mulai berbenah, yang tadinya begitu besar potensi tambang sudah mulai berbenah potensi tambang di sana,” kata Prof Nurdin Abdullah.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bagaimana potensi pariwisata yang dimiliki Sulsel, dari 24 kabupaten kota se-Sulsel. Menurutnya, dari semua tempat pariwisata tersebut tinggal bagaimana diperbaiki lagi.
“Sekarang sudah mulai. Sebenarnya yang ada saja ini kita bisa poles, seperti Toraja. Toraja kita kembalikan kejayaan turis disana, kita punya Bira (Kabupaten Bulukumba), kita punya Bantimurung (Kabupaten Maros), Air Panas di Lejja (Kabupaten Soppeng),” ungkap Sekjen Apkasi Indonesia itu.
Selain itu, Prof Nurdin Abdullah berharap kepada Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) agar melakukan evaluasi tambang-tambang yang merugikan masyarakat Sulawesi Selatan.
“Itulah yang mau kita tertipkan sekarang. Saya ini kan belum empat bulan, makanya kita akan tertipkan. Ini saya minta (Dinas Pemprov Sulsel) ESDM untuk mencoba melihat semua, mengevaluasi semua tambang-tambang, terutama yang memberikan dampak lingkungan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
