Gubernur Sulsel Pastikan Stok Beras Sulsel Aman Hingga 37 Bulan

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah meninjau stok beras di gudang Bulog Makassar, Kamis 3 Januari 2018.

Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah memastikan stok beras aman hingga 37 bulan kedepan.

Nurdin menyampaikan berdasarkan laporan Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog. Sulsel juga mensuplai ke-23 provinsi. Bahkan, 30 persen ke DKI Jakarta, beras jenis premium dan medium.

“Jadi saya sekali lagi menyampaikan bahwa tidak perlu khawatir, stok beras untuk Sulawesi Selatan di Bulog tahan hingga 37 bulan. Sekarang produksinya 108.000 ton,” bebernya.

Kepala Perum BULOG Divre Sulselbar, Mansyur, mengatakan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statisti (BPS), Perkembangan Indeks harga konsumen/ inflasi Sulsel bulan Desember 2018 pada tanggal 2 Januari 2019 kemarin, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,86 dan inflasi secara nasional sebesar 0,62 persen. Dimana andil komoditi beras pada inflasi adalah sebesar 0,13 persen.

“Namun, untuk kita harus tetap menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga di masyarakat khususnya di pasar-pasar, Perum Bulog Divre Sulselbar tetap mengadakan kegiatan KPSH ini,” sebutnya.

Bulog tersus saja melakukan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) Ketersediaan Beras Medium Tahun 2019 yang dimulai sejak Januari hingga Desember 2018 telah menggelontorkan CBP sebanyak 9,255 ton. Dengan ketentuan harga di Gudang Rp 8.100,- per Kg yang akan dilaksanakan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Pada kesempatan ini, Mansyur menyampaikan, tahun 2018 Divre Sulselbar telah melakukan pengadaan beras sebanyak 249.508 ton atau mencapai 62,38 persen dari target 400.000 ton. Dan saat ini Divre Sulselbar menguasai stok sebesar 108.330 ton.

“Selama tahun 2018 Divre Sulselbar
telah menyebar stok ke 12 Provinsi di Indonesia sebesar 160.876 ton beras,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Gubernur Sebut Ada Tiga Musuh Besar Sulsel

Terkini.id -- Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah sebut ada tiga musuh besar masyarakat saat ini. Musuh tersebut yakni tingginya pengangguran, kebodohan dan kemiskinan."Musuh