Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengadakan meeting dengan Presiden Sumitomo Akira Nozaki, di Kantor Sumitomo Metal Mining CO,. LTD, Minato-ku, Tokyo, Kamis 7 Maret 2019.
Pembicaraan terkait pemanfaatan potensi tambang dan pengelolaan lingkungan.
Akira didampingi tiga executivenya, sedangkan Nurdin Abdullah didampingi staf khususnya Prof Dr Rudi Jamaluddin dan Kepala Balitbangda Sulsel Dr Iqbal Suhaeb.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Ehime Tokihiro Nakamura, yang turut mempromosikan Sulsel kepada Sumitomo sebagai daerah investasi.
Selain itu, dibahas pula potensi alam Sulsel yang belum optimal. Seperti udang windu (sitto) yang dahulunya pernah merajai ekspor Sulsel, namun sekarang dinilai mati suri. Gubernur Sulsel sendiri menyatakan akan mengembalikan kejayaan tersebut, namun diperlukan dukungan teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) dari Sumitomo.
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
- Gubernur Sulsel Dorong Kabupaten/Kota Terapkan Sistem Manajemen Talenta Full bagi ASN
- Tri Tito Karnavian Puji Kepemimpinan Gubernur Sulsel dalam Sukseskan Program Zero Dose
Dalam rangka investasi di Sulsel, Nurdin Abdullah menjamin ketersediaan listrik yang saat ini kondisinya surplus. Dia juga memperkenalkan bahwa di Sulsel telah memanfaatkan energi ramah lingkungan. Seperti air di Larona Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, angin di Sidrap dan Jeneponto, serta energi gas di Sengkang.
Diketahui, Sumitomo juga telah berpengalaman dalam mendukung teknologi pertambangan PT Vale dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.
Pembicaraan lain menyangkut Airport Sorowako yang akan dikembangkan secara komersial. Mengingat, kebutuhan Sumitomo harus mencarter pesawat jika akan ke Sorowako.
Agenda lain di Jepang, Rektor Unhas menerima sertifikat dari ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow a 21st century organization) yang merupakan organisasi internasional untuk program pendidikan berskala internasional yang berpusat di Tokyo. Untuk kali ini, certificate ABEST21 diberikan kepada program Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas untuk kelas internasional.
Sertifikat tersebut diberikan setelah tim assesor Abest21 melakukan assesment ke fakultas tersebut pada Januari tahun ini. Namun, sertifikat ini harus diassement (dinilai) ulang setiap tiga tahun untuk penjaminan mutu dan perbaikan terus-menerus.
“Ini tentu bagus dalam memperkuat Unhas menjadi world class university. Dimana dapat menerima mahasiswa dari seluruh dunia dengan pengantar Bahasa Inggris dan berstandar international,” imbuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
