Andi Arief Akui Terima Duit dari Bupati Nonaktif PPU, Guntur Romli: Saya Prihatin kalau Partainya Masih Melindungi

Andi Arief Akui Terima Duit dari Bupati Nonaktif PPU, Guntur Romli: Saya Prihatin kalau Partainya Masih Melindungi

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaGuntur Romli mengomentari soal Politisi Demokrat, Andi Arief yang mengaku pernah menerima uang dari Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU) yang merupakan terdakwa kasus suap.

Guntur Romli mengaku merasa prihatin apabila Partai Demokrat masih melindungi dan mempertahankan jabatan terhormat bagi Andi Arief.

Untuk diketahui, Andi Arief menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) di Partai Demokrat.

“Saya prihatin kalau Partainya masih melindungi bahkan mempertahankan jabatan terhormat buat dia,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter @GunRomli, seperti dikutip terkini.id pada Sabtu, 23 Juli 2022.

“Berbahaya sekali kalau elit partai menganggap menerima duit hasil korupsi bukan pidana,” sambungnya.

Baca Juga

Sebelumnya, Andi Arief mengakui pernah menerima uang Rp50 juta dari Bupati PPU nonaktif, Abdul Gafur Mas’ud.

Kendati demikian, Andi Arief mengklaim bahwa penerimaan uang itu bukanlah sebuah bentuk tindak pidana.

Adapun informasi soal pengakuan Andi Arief ini diketahui dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) di Pengadilan Tipikor Samarinda pada Rabu, 20 Juli 2022.

Dilansir dari Detik News, berikut isi BAP Andi Arief yang dibacakan oleh jaksa KPK:

Pertanyaan: Apakah benar ada pihak yang mewakili Abdul Gafur Mas’ud datang ke rumah saudara Jalan Kangkung, Kebayoran Lama, Jaksel?

Dijawab: Ya benar saya ingat sekitar pertengahan 2021 ada seseorang yang mengaku suruhan Abdul Gafur Mas’ud driver atau sopir Abdul Gafur Mas’ud, datang ke rumah saya di Jalan Kangkung.

Pada saat itu seingat saya dia datang bertemu driver saya saudara Edy dan diarahkan bertemu saya, pada saat bertemu saya, ini ada titipan dari pak Gafur sambil menyerahkan bungkusan saya lupa wadahnya, selanjutnya sopir saya membuka bungkusan dan isinya uang.

Saya mengatakan kepada Saudara sopir Abdul Gafur Mas’ud, ‘wah apa ini dibawa pulang saja’, dijawab orang dari Abdul Gafur Mas’ud ‘tidak pak, saya diperintahkan menyerahkan ke bapak’.

Setelah itu saya ambil uang tersebut dan saya hitung uangnya Rp 50 juta, saya memang nggak pernah komunikasi dengan Abdul Gafur Mas’ud mengenai uang dimaksud sebelumnya, dan tiba-tiba dikirim uang, kemudian saudara Abdul Gafur Mas’ud menghubungi saya dan mengatakan ‘bang ini untuk abang’, dan selanjutnya uang tersebut saya gunakan untuk teman-teman yang punya Covid.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.