Guntur Romli: Selain Penjahat Kelamin, Penolak Permendikbudristek PPKS Ini Juga Pendukung Khilafah!

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli melontarkan sindiran keras kepada sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan diri Gema Kebebasan.

Ia mengatakan bahwa selain penjahat kelamin, para penolak Permendikbudristek PPKS (Pecegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) ini juga merupakan pendukung khilafah.

“Selain penjahat kelamin, penolak Permendikbudristek PPKS ini juga pendukung Khilafah!” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Jumat, 26 November 2021.

Baca Juga: Tak Takut Ditangkap, Netizen: Khilafah Janji Allah Pasti Akan Tegak

“Gema Pembebasan itu sayap Hizbut Tahrir di gerakan mahasiswa,” sambungnya.

Dilansir dari Detik News, sejumlah mahasiswa menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Sumatera Utara.

Baca Juga: Singgung Khilafah, Pendakwah Felix Siauw: Tidak Semua Ajaran Islam Harus...

Mereka meminta Permendikbudristek Nomor 30 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi dicabut.

Mahasiswa yang mengatasnamakan organisasi Gema Pembebasan ini datang membawa sejumlah bendera tauhid.

Selain bendera organisasi Gema Pembebasan, mereka juga membawa spanduk yang meminta agar Permendikbudristek PPKS dicabut.

Baca Juga: Singgung Khilafah, Pendakwah Felix Siauw: Tidak Semua Ajaran Islam Harus...

“Syariat Islam solusi tuntas masalah kebebasan seksual,” demikian tertulis pada spanduk.

Dalam orasinya, para mahasiswa ini meminta agar Permendikbudritek PPKS dicabut karena dinilai melegalkan zina.

Mereka menilai bahwa Permendikbudristek adalah produk thogut dan meminta agar khilafah ditegakkan,

“Permendikbud 30 thogut. Tegakkan khilafah,” kata orator aksi.

Mereka juga menilai peraturan ini semakin membuktikan bahwa Indonesia memang negara yang sekuler.

“Cabut Permendikbud PPKS. Kekerasan seksual bisa dihapuskan jika negara ini menegakkan syariat Islam,” seru orator.

Bagikan