Gunung Dukono Erupsi, Penerbangan ke Ternate Dibatalkan

Gunung Dukono
Gunung Dukono mengalami erupsi.(ist)

Terkini.id, Ternate – Aktivitas Gunung Dukono kembali meningkat. Gunung Dukono erupsi sehingga berdampak ke penerbangan. Bandara tutup untuk sementara.

Wings Air kode penerbangan IW, Anggota Lion Air Group memberikan keterangan terbaru bahwa penerbangan yang melayani rute Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) ke Bandar Udara Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara (OTI) nomor IW-1172 dan Morotai ke Ternate bernomor IW-1171, Senin 15 April 2019.

“Mengalami pembatalan (cancel flight),” kata Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, Senin 15 April 2019.

Menurut Danang, keputusan tersebut dalam upaya memastikan keselamatan dan keamanan (safety first).

Penutupan bandar udara untuk penerbangan sipil adalah dampak erupsi dan aktivitas Gunung Dukono (Dukono Volcanic Ash), di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara bagian Utara, Maluku Utara.

Menurut pengumuman resmi dari otoritas bandar udara (notam) nomor C3210/19, operasional Bandar Udara Leo Wattimena ditutup mulai 15 April 2019 pukul 09.50 WIT hingga 11.00 WIT pada 16 April 2019.

Wings Air sudah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan akan memperbarui sesuai perkembangan terkini.

Sehubungan pembatalan penerbangan hari ini, Wings Air memberikan solusi kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak, antara lain penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya (reschedule) dan melakukan pengembalian dana (refund) sesuai aturan yang berlaku.

Wings Air selalu mengedepankan aspek safety sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisir dan diantisipasi lebih awal (sedini mungkin).

Wings Air bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan pengatur lalu lintas udara setempat.

Operasional Wings Air akan menyesuaikan keputusan otoritas bandar udara dan airport dinyatakan aman (safe for flight).

“Kondisi terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan,” jelas Danang.

Komentar

Rekomendasi

Ustaz Yusuf Mansyur Sampaikan Kabar Duka Atas Meninggalnya Ahli Tafsir Ahzami Samiun

Imbas Lockdown, PSK di Negara Ini Menjerit Kelaparan

Heboh Video Emak-emak di Solo Menolak Didata Petugas Covid-19

Cegah Tetangga Keluar Rumah Saat Social Distancing, Pria Ini Menyamar Jadi Hantu

Nikah Saat Corona, Ijab Kabul Pasangan Ini Disaksikan Orang Tua Lewat Video Call

Viral Video Walikota Prabumulih Tolak Liburkan Siswa dan PNS, Ini Faktanya

Beredar Video Warga Italia Teriak Takbir Saat Unjuk Rasa Corona, Ini Faktanya

Kisah Kursi Merah Dr Bernadette, Dokter di Makassar yang Wafat karena Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar