Masuk

Tanggapi Isu Rasis Rektor ITK, Habib Kribo: ‘Ilmu Kedokteran Lebih Mulia daripada Sholat’

Komentar

Terkini.id,Jakarta – Isu rasisme yang dilakukan oleh rektor Institut Teknologi Kalimantan Prof. Budi Santosa Purwokartiko masih menjadi sorotan khususnya oleh tokoh-tokoh publik. 

Tak terkecuali pegiat sosial media Habib Zein Assegaf atau akrab disapa Habib Kribo.

Ia melemparkan narasi dukungan terhadap pernyataan mantan interviewer LPDP tersebut. 

Baca Juga: Habib Kribo Sebut 212 Baru Lahir Kemarin, Ruhut Sitompul: Kalaulah Semua Habib Seperti Ini!

Dilansir dari channel youtube TV One News, dalam video yang berjudul, “Debat Panas Dua Kubu, Soal Tudingan Rasis Sang Rektor I Catatan Demokrasi TV One”, pada Rabu, 11 Mei 2022 Habib Kribo menyampaikan statement bahwa ilmu kedokteran lebih mulia dari sholat. 

“Cukuplah seorang mahasiswa itu dengan sholat 5 waktu, fokus dengan belajar bidang ilmunya nanti dia juga yang maksud oleh rektor itu akhirnya apa? karena dia bercabang akhirnya dua-duanya gagal, jadi fokuslah karena ilmu kedokteran juga lebih mulia daripada sholat,” ucap Habib Kribo. 

Dalam video berdurasi 14 menit 26 detik tersebut Habib Kribo juga menambahkan bahwa untuk mengetahui kedalaman agama seseorang jangan hanya dilihat dari ritualnya tapi lihat juga segi manfaatnya. 

Baca Juga: Soal Demo GNPR, Habib Kribo: Budak Jalanan Bertopeng Agama

Kemudian Habib Kribo juga mencoba menerjemahkan maksud dari Prof. Budi Santosa Purwokartiko bahwa sebenarnya rektor ITK tersebut memiliki maksud baik agar muslim juga bisa sukses tanpa ada unsur-unsur lainnya. 

“Maksudnya Pak Rektor tadi, kita ingin bangsa Indonesia ini juga banyak muslim-muslim ini yang sukses yang hebat karena apa? gak dicampur gak dipaksa dengan unsur-unsur lain”. tambahnya. 

Prof Suteki yang juga hadir dalam forum debat tersebut mempertanyakan kembali tentang kerudung yang dimaksud oleh rektor ITK tersebut. 

“Misalnya tanpa harus berkerudung muslimah gitu?,” tanya Prof Suteki. 

Baca Juga: Habib Kribo Anggap Ucapan Najwa Shihab Buat Orang Tidak Percaya Hukum

Habib Kribo lantas menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebutkan bahwa yang dipermasalahkan bukan kerudungnya karena kerudung itu boleh tapi concern pada kegiatan mahasiswanya.