Terkini.id, Jakarta – Mantan Pentolan Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab ikut mengecam ajaran Ponpes Al Zaytun Indramayu yang menuai kontroversi publik.
Menurut Habib Rizieq Shihab, ajaran Ponpes Al Zaytun sudah melenceng dari syariat Islam, contohnya membiarkan laki-laki dan perempuan campur saat pelaksanaan shalat.
Hal itu disampaikan Habib Rizieq lewat tayangan video tausiyahnya yang diunggah kanal YouTube IBTV pada Kamis, 22 Juni 2023.
Dalam tayangan video itu, Habib Rizieq menilai harusnya Al Zaytun dilarang di Indonesia. Pasalnya, kata dia, hal yang diajarkan pondok pesantren itu memiliki ijtihad berbeda dengan pemerintah.
Misalnya, kata Rizieq, ponpes pimpinan Panji Gumilang itu mengajarkan nyanyian salam Yahudi dan membiarkan santri laki-laki dan perempuan tercampur saat melakukan shalat Jumat.
- Bareskrim Polri Geledah Ponpes Al-Zaytun, Usut Kasus Dugaan Penistaan Agama
- Digugat Rp 1 Triliun, Anwar Abbas Justru Sedih Panji Gumilang Jadi Tersangka
- Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilang Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Penistaan Agama
- Buntut Video Ponpes Al Zaytun, Lucky Hakim Diperiksa Polisi
- Bareskrim Polri Akan Periksa Kembali Panji Gumilang
“Yang dilarang mestinya pesantren yang mengajarkan salam yahudi. Yang mesti dilarang itu pesantren yang ngadain Jumat campur perempuan sama laki,” ujar Habib Rizieq Shihab dalam tayangan video tersebut.
Oleh karena itu, menurut Habib Rizieq Shihab, yang seharusnya dilarang oleh pemerintah adalah pesantren seperti Ponpes Al Zaytun yang ajarannya bertentangan dengan syariat Islam dan bukannya malah melarang eksistensi Front Pembela Islam (FPI).
“Yang begini (Ponpes Al Zaytun) mesti dilarang tidak? Perlu ditutup tidak? Harus ditutup tidak? Yang dibubarin (malah) FPI,” tuturnya.
Diwartakan sebelumnya, Ketua MUI Indramayu KH M Syatori lewat videonya yang beredar di publik mengimbau warga agar tak ikut pendidikan di Ponpes Al Zaytun.
Sebab, kata Syatori, ajaran shalat maupun puasa dan haji yang diajarkan pondok pesantren pimpinan Panji Gumilang itu tak sesuai dengan syariat Islam.
“Pertama, bahwa Al Zaytun syariat yang dikembangkan dan dilakukan tidak sama dengan tata cara peribadatan umat Islam. Shalat-nya, puasanya, hajinya,” kata KH Syatori.
KH Syatori pun menyinggung salah satu pernyataan pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang yang viral di media sosial dan menuai sorotan, yakni terkait ibadah haji.
“Banyak viral di media sosial bahwa haji tidak harus di Mekkah dan Madinah, cukup haji di Indonesia, sebab negara Indonesia adalah tanah yang suci,” tutur KH Syatori menirukan pernyataan Panji Gumilang yang menuai sorotan publik tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya selaku pimpinan MUI Indramayu mengimbau kepada seluruh warga agar tidak ikut pendidikan di Ponpes Al Zaytun.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indramayu jangan ikut pendidikan di Al Zaytun,” imbaunya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
