Habib Rizieq Teriak Minta Tolong di Penjara, Eko Kuntadhi: Mulai Deh Mainkan Narasi Cinderella

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari soal kabar eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang sesak napas di penjara sampai teriak minta tolong dari balik sel jeruji.

Lewat cuitannya di Twitter, Kamis 7 Januari 2021, Eko Kuntadhi menilai aksi Habib Rizieq tersebut hanyalah sekedar drama seperti Cinderella.

“Mulai deh, mainkan narasi Cinderella,” cuit Eko Kuntadhi.

Baca Juga: Ketum MUI Minta McDanny Tetap Diproses Hukum: Biar Jadi Pelajaran

Sekadar diketahui, Cinderella merupakan dongeng genre drama keluarga yang sangat populer di sejumlah negara di dunia.

Pada cuitannya itu, Eko Kuntadhi juga membagikan link artikel pemberitaan berjudul “Pengacara Ungkap Habib Rizieq Sesak Napas hingga Teriak Minta Tolong di Rutan” yang dimuat situs Detik.com pada Kamis 7 Januari 2021.

Baca Juga: Tanggapi UAH, EK: Kaum Lelaki Dapat Bidadari, Perempuan Dapat Tupperware!

Dalam isi pemberitaan itu disebutkan, Habib Rizieq Shihab (HRS) sempat mengalami penurunan kesehatan saat pergantian tahun.

Habib Rizieq disebut sempat sesak napas dalam kondisi sendirian karena mendekam di sel isolasi.

“Jadi gini, pada waktu malam Sabtu, setelah tahun baru itu Habib nggak bisa napas. Pokoknya Jumat malam nggak bisa napas, itu jam 20.30 WIB,” kata pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro.

Baca Juga: Tanggapi UAH, EK: Kaum Lelaki Dapat Bidadari, Perempuan Dapat Tupperware!

Habib Rizieq, kata Sugito, lantas berteriak meminta tolong kepada tahanan lainnya yang terpisah sel untuk mengabari polisi.

Akhirnya kabar Habib Rizieq sesak napas tersebar secara berantai di rutan dan membuat Direktur Tahanan dan Titipan (Dirtahti) datang.

“Minta tolong karena nggak bisa ada yang bantu. Akhirnya berjenjang (kabar Habib Rizieq sakit) dari Blok A, Blok B, Blok C itu di tahanan untuk memanggil Dirtahti. Akhirnya Dirtahti datang,” ucap Sugito.

Menurutnya, pihak Dirtahti pada malam Habib Rizieq sakit terlihat cemas. Kecemasan itu dinilai Sugito memperlambat pertolongan pertama pada Habib Rizieq.

“Mereka pada takut semuanya. Habib Rizieq itu kan diisolasi tahanannya, jadi tidak bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa pun, bahkan di depan kamar tahanannya ada CCTV,” ujar Sugito.

Dirtahti Polda Metro Jaya, kata Sugito, kemudian meminta tolong dokter dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes Polda Metro Jaya). Dokter kemudian datang pukul 22.00 WIB.

“Nah akhirnya Dirtahtinya datang, minta tolong Dokkes Polda Metro Jaya, itu (dokter) datang sudah pukul 22.00 WIB. (Penyebab sesak napas) Habib kambuh, kayak maag akut karena mungkin asam lambungnya naik, ya mungkin karena diisolasi. Dia biasa berinteraksi dengan banyak orang, (sekarang) dia tidak berinteraksi dengan siapa pun,” jelasnya.

Dalam artikel pemberitaan yang dibagikan Eko Kuntadhi tersebut, Sugito juga mengatakan bahwa Habib Rizieq saat itu hanya meminta dibawakan oksigen dari rumahnya di Petamburan.

“Habib cuma minta satu, oksigen. Akhirnya karena mungkin tidak ada (di Dokkes Polda) atau susah carinya, dari Petamburan kirim oksigen itu, sampai (di Polda Metro Jaya) pukul 22.30 WIB. Yang jelas mereka (Dirtahti) pada ketakutan semua untuk bisa membantu secara cepat menyangkut masalah kesehatan,” ujarnya.

Bagikan