Jaksa Disebut Provokasi Pecinta HRS, Novel PA 212: Dia Harus Dihukum Kalau Kerumunan Terjadi

Terkini.id, Jakarta – Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin mengaku bahwa pihaknya tak bisa membendung perihal kehadiran massa pencinta Habib Rizieq pada sidang vonis nanti.

Menurut Novel, para pencinta Habib Rizieq telah diprovokasi oleh jaksa penuntut umum (JPU) melalui replik yang dibacakan jaksa di sidang sebelumnya.

Novel berpendapat dengan adanya aksi 212 hingga penjemputan Habib Rizieq di bandara telah menjadi bukti bahwa umat Islam mencintai Habib Rizieq.

Baca Juga: Sukmawati Akan Tinggalkan Islam, Novel Bamukim: Semoga Dapat Balasan Setimpal

“Jelas Jaksa sangat gagal paham menyampaikan tantangan yang sudah jelas di depan mata,” ujar Novel, dikutip terkini.id dari Rmol, Jumat 18 Juni 2021.

“Mulai Aksi Bela Islam 212 sampai penyambutan HRS di Bandara juga di Megamendung menjadi jutaan lautan manusia sudah menjadi bukti kecintaan umat Islam di Indonesia dan menjadi fenomena di dunia walau corona sekalipun melanda,” lanjutnya.

Baca Juga: Wasekjen PA 212 Beri Rapor Merah Jokowi: Harus Tahu Diri...

Novel mengatakan sulit ditemukan di dunia ini orang-orang seperti Habib Rizieq yang memiliki magnet hingga mengumpulkan banyak orang di satu tempat berkali-kali.

Novel mengatakan bahwa Habib Rizieq telah berhasil mengumpulkan 13 juta manusia pada waktu itu.

“Dan selama dunia diciptakan juga manusia diciptakan dengan izin Allah pengaruh HRS bisa mengumpulkan 7 jutaan lebih bahkan pada 212 tahun 2018 sampai 13 jutaan manusia,” tuturnya.

Baca Juga: Wasekjen PA 212 Beri Rapor Merah Jokowi: Harus Tahu Diri...

Ia pun mengatakan bahwa pihaknya, pada sidang vonis nanti, tak memiliki kekuatan untuk membendung massa simpatisan Habib Rizieq.

Hal itu dikarenakan, menurut Novel, jaksa telah memprovokasi umat Islam khususnya pecinta Habib Rizieq.

“Kami dari PA 212 tidak punya kekuatan membendung masa pencinta IB (Imam Besar) HRS yang bisa saja hadir pada sidang putusan vonis nanti, karena memang Jaksa telah melakukan provokasi terhadap umat Islam khususnya pencinta IB HRS,” jelas Novel.

“Dan kalau terjadi (kerumunan), Jaksa harus ditangkap dan diproses hukum hari itu juga karena telah menyebabkan kerumunan justru di saat pandemi mulai meninggi kembali,” pungkasnya.

Bagikan