Hadapi Banjir hingga Cuaca Ekstrem, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Hadapi Banjir hingga Cuaca Ekstrem, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Munafri menambahkan, edukasi kebencanaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, simulasi, sosialisasi, hingga penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kelurahan agar masyarakat semakin adaptif dan mampu pulih lebih cepat setelah bencana.

Berdasarkan kajian risiko bencana, Kota Makassar menghadapi sejumlah ancaman, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga banjir rob yang dipengaruhi perubahan iklim. Menurutnya, peningkatan frekuensi dan intensitas bencana akibat perubahan iklim menuntut seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya penerapan prinsip Build Back Better, yakni membangun kembali wilayah terdampak menjadi lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh setelah terjadi bencana.

Ia juga mengajak seluruh unsur pentahelix—pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat—untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan keselamatan masyarakat.

“Tantangan kebencanaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga

BPBD Gandeng 23 Perguruan Tinggi

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BPBD Kota Makassar juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 23 perguruan tinggi sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap mitigasi dan penanggulangan bencana.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.

“Mahasiswa akan belajar langsung di lapangan sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanggulangan bencana,” ujar Fadli.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.