Hadiri Rakor di Kemendagri, Kementan Paparkan Strategi Hadapi Inflasi

Hadiri Rakor di Kemendagri, Kementan Paparkan Strategi Hadapi Inflasi

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

“Sekali lagi kami butuh kerjasama pemerintah daerah dalam upaya luas tanam Gernas penanganan El Nino,” imbuhnya.

Dedi juga menyebut jika total penyuluh nasional 47.606
dari 80 ribu. Dan 75 ribu punya potensi pertanian dengan ratio jumlah penyuluh sekarang, satu penyuluh menangani dua desa. Untuk mencukupi kebutuhan satu penyuluh satu desa maka masih kurang 28.000

“Kita juga baru bebas dari PMK untuk itu butuh support pemerintah daerah akselerasi vaksin PMK untuk mencegah outbreak wabah,” ujarnya.

Sementara Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol Tomsi Tohir, menyampaikan ada 10 provinsi dengan angka inflasi tertinggi, Babel, Sultra, Maluku Utara, DIY, Maluku, Kaltim, Jatim, Kalsel, Papua Barat, Jateng, Sulteng dan Bali.

“Ini menjadi perhatian bersama. Kenaikan harga gula pasir, beras, cabe rawit ayam perlu menjadi perhatian dari pemerintah daerah. Mengingatkan Pemda untuk aktif memantau pergerakan harga dari hari ke hari,” ujarnya.

Baca Juga

Ia menambahkan, dengan akan datangnya masa kampanye, yang harus diantisipasi adalah kenaikan harga.

Menanggapi paparan dari Kementerian Pertanian, ia mengatakan hal itu harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah untuk dapat memperhatikan penugasan para penyuluh sampai ke tingkat desa

“Kita mengingatkan pemerintah daerah untuk mendorong pelaksanaan vaksinasi PMK sebagai upaya preventif untuk mencegah wabah,” katanya.

Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Epi Sulandari, mengatakan data Bulog per 20 Oktober Stok beras Bulog 1,507,198 Ton.

“Salah satu upaya dalam pengendalian inflasi, Perum Bulog sejak 13 September 2023 dengan melakukan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan mulai memasok beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) dan juga Food Station,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.