Arlien mencontohkan bila harga bawang melambung karena stok terbatas, pihaknya berkoordinasi dengan daerah penghasil seperti Kabupaten Enrekang.
Menurutnya, pasar murah dilakukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dengan tingkat penghasilan rendah dan terdampak pandemi Covid-19.
“Kita juga meminta agar masyarakat memberi seperlunya saja, jangan memborong,” tutupnya.
Terpisah, Pengamat Ekonomi Universitas Islam Negeri Alauddin, Murtiadi memprediksi stabilitas komoditi selama Ramadan tahun ini mengalami fluktuasi tinggi.
“Memang berat, jadi mau tidak mau tahun ini pemerintah pasti harus kerja keras juga,” kata dia.
- Wali Kota Makassar Tinjau Stabilitas Harga Pangan di Pasar Tradisional dan Ritel Modern Jelang Idulfitri
- Harga Beras di Sejumlah Pasar Tradisional Kota Makassar Perlahan Mulai Normal
- Lewat Dinas Perdagangan, Pemkot Makassar Gelar Operasi di 5 Pasar Tradisional
- Luncurkan Kerpas, PT Kreasi Binar Indonesia Kembangkan Bisnis di Pasar Tradisional Makassar
- Pemkot Makassar Akan Tes Massal di 18 Pasar Tradisional, Berikut Jadwalnya
Menurutnya solusi jangka pendek bagi pemerintah adalah menjaga agar tak terjadi penimbunan. Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga produksi pangan di tingkat daerah.
Seperti bawang misalnya, yang hampir tiap tahunnya naik saat hari raya, di mana daerah-daerah penghasil seperti Bantaeng, Enrekang hingga Gowa perlu dipantau secara seksama.
“Jangan sampai terjadi kegagalan produksi atau ada suplai yang tersendat,” sebutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
