Masuk

Hari Kartini, Inilah 5 Fakta Pejuang Hak Perempuan Raden Adjeng Kartini

Komentar

Terkini.id, JakartaHari Kartini biasa diperingati setiap tanggal 21 April, hal tersebut untuk mengenang sosok pahlawan wanita yang memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini, dikenal dengan sebutan RA Kartini.

RA Kartini disebut sebagai pelopor kebangkitan perempuan, aktif memperjuangkan akan hak-hak perempuan, juga dikenal sebagai emansipasi wanita. RA Kartini juga memiliki keinginan untuk bisa mencerdaskan perempuan Indonesia.

Selain itu, RA Kartini menulis sebuah buku yang populer hinga saat ini, yaitu “Habis Gelap Terbitlah Terang”.  

Baca Juga: Sebut Ferdy Sambo Bisa Berubah Jadi Pahlawan, Said Didu: Jika Mau Bernyanyi Secara Jujur

Berikut merupakan beberapa fakta tentang RA Kartini, Pahlawan Nasional Indonesia sebagai pejuang perempuan, seperti dikutip dari viva.co.id pada Kamis 21 April 2022.

  1. Penulis Buku

RA Kartini menulis buku yang sangat populer di kalangan masyarakat hingga saat ini, buku tersebut berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buku tersebut disusun oleh J.H Abendanon dalam bahasa Belanda.

Buku tulisan RA Kartini ini memiliki 150 surat, tapi tidak semuanya ditampilkan dalam buku, hal tersebut dikarenakan tulisan surat tersebut dianggap sensitif. Kemudian, buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan sebanyaka 100 surat, lalu 53 surat diberikan kepada sahabatnya Rosa Abendanon dan suaminya yang berada d luar negeri.

  1. Jago Bahasa Belanda
Baca Juga: Fakta Ghost of Mae Nak, Film yang Dibintangi Mendiang Tangmo Nida

RA Kartini sangat mahir sekali menggunakan bahasa Belanda, sekalipun ia tidak merasakan bangku pendidikan tinggi. Ra Kartini selalu menghabiskan waktunya untuk membaca buku.

  1. Museum RA Kartini

Pembangunan museum RA Kartini ini pada masa pemerintahan Suwarno Djojo Mardowo pada 30 Maret 1975, tepatnya berada di Desa Panggang, Kecamatan Jepara. Museum ini berisikan beberapa peninggalan RA Kartini dan terdapat benda-benda warisan budaya yang berada di Jepara.

  1. Dijadikan Nama Jalan di Belanda

Nama RA Kartini ternyata terkenal juga sampai ke Belanda, bahkan namanya digunakan untuk menamai jalan di Belanda. RA Kartini dikenal sebagai pejuang hak-hak perempuan, nama jalan tersebut terletak di Utrecht, Venlo Amsterdam dan Haarlem.

  1. Meninggal pada Usia Muda

RA Kartini meninggal pada usia yang tebilang masih sangat muda, yaitu pada usia 25 tahun, RA Kartini menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 17 September 1904. Kartini memiliki satu orang anak laki-laki yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat dari hasil pernikahannya bersama Raden Adipati Djojo Adiningrat, anak tersebut lahir pada 13 September 1904, hanya berjarak empat hari saja antara kelahiran anaknya dengan RA Kartini menghembuskan nafas terakhirnya.