Masuk

Cek Fakta : Jokowi Diminta Menjadi Pemimpin Amerika?

Komentar

Terkini.id, Makassar – Berbicara tentang politik memang tidak ada habisnya. Sebab dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa dilepaskan dari yang namanya politik.

Perkembangan media yang sangat pesat, memudahkan kita mengakses segala informasi. Tak terkecuali tentang politik, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dimensi politik tentunya tidak bisa dilepaskan dari hasrat tentang kekuasaan atau dengan kata lain menjadi pemimpin.

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

Seperti yang baru-baru ini viral artikel yang diunggah di media sosial. Dimana dalam artikel itu di framming dengan narasi,

‘Orang Amerika saja minta saya menjadi pemimpin mereka, masa Indonesia menolak saya’
unggahan itupun menarik perhatian publik.

Pasalnya dalam narasi itu disertai dengan foto Presiden RI Joko Widodo.

Baca Juga: Jokowi Menyebut Orang yang Berambut Putih Adalah Pemimpin Rakyat

Dalam unggahan tersebut memberikan narasi, bahwa yang mendukung cuma cebong.

Hal ini seolah-olah mengindikasikan bahwa elektabilitas dari Jokowi sudah tidak diragukan lagi, sampai-sampai orang Amerika menginginkan Jokowi menjadi pemimpin mereka.

Dilansir dari situs resmi Kominfo.go.id pada Kamis 23 Juli 2020, bahwa berita tersebut hasil suntingan dari judul artikel berita sebenarnya.

Fakta lainnya, ditemukan foto identik dari tangkapan layar artikel berita tersebut dalam berita video di situs kompas.tv berjudul “Kasus Baiq Nuril, Jokowi: Saya Akan Gunakan Kewenangan.

Baca Juga: Relawan Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa Saat Jokowi Tiba di GBK

Jadi foto Jokowi dengan framming ‘Orang Amerika saja minta saya menjadi pemimpin mereka, masa Indonesia menolak saya’ itu tidak benar adanya alias Hoax.

Karena Jokowi memang tidak pernah diminta untuk menjadi Presiden Amerika. Hal seperti inilah yang kerap kali memberikan perspektif keliru dalam masyarakat.

Berita hoax sering kali beredar di media sosial dan sudah sewajarnya pihak yang berwenang menelusuri oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu.