Hari Santri Nasional 2019, Meity Rahmatia: Jangan Takut Memasukkan Anak ke Pesantren

Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan, Hj Meity Rahmatia

Terkini.id,Makassar – Setiap tanggal 22 Oktober masyarakat tanah air memperingati Hari Santri Nasional. Dan untuk Hari Santri Nasional 2019 jatuh pada hari ini, Selasa 22 Oktober 2019. Diketahui bahwa hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang mengatur tentang Hari Santri.

Di hari Santri 2019, Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan, Hj Meity Rahmatia mengatakan adaptif pesantren adalah modal untuk mencetak generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan.

“Kesintasan masyarakat pesantren dewasa ini perlu ditunjang dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar santri tidak melulu hanya pandai bicara soal agama. Santri masa kini mesti tampil sebagai kosmopolit,” ujarnya.

Menurutnya, Santri terkesan moderen tidak kampungan. Sampai Amerika New York pun bahkan London santri sudah hampir membudaya.

“Sekarang untuk menjadi Santri kekinian tidak perlu khawatir untuk ketinggalan jaman,” ujar Legislator Fraksi PKS Dapil Gowa-Takalar ini.

Perempuan Kelahiran Jawa Barat tersebut juga menyampaikan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pondok pesantren adalah hadiah Islam Nusantara bagi Indonesia. Menurutnya, boarding school ala pesantren menunjukkan begitu majunya Islam di Nusantara hingga memunculkan terminologi “pesantren” dan “santri”.

“Santri sebagai salah satu nomenklatur peserta didik (selain murid, siswa, anak didik) dalam norma pendidikan di Indonesia ini, pantas diapresiasi pemerintah dengan ditetapkannya adanya Hari Santri Nasional (HSN) setiap 22 Oktober sejak 2015,” lanjut Direktur Meida Wisata ini.

Ia juga menyampaikan agar jangan takut anak dimasukan ke sebuah pesantren untuk menjadi santri.

“Karena anak sayapun sendiri seorang santri bisa lanjut ke Jerman untuk sekolah IT. Bahkan juara Robotik Internasional dan dia sudah dapat beberapa penghargaan piala dunia,” tutupnya.

Berita Terkait