Terkini.id, Jakarta – Hasbiallah Ilyas menyindir insiden pagar pembatas penonton JIS roboh. Hasbiallah dalam sindirannya menyebut JIS bukan taraf eropa, namun dia lebih memandang sebagai taraf kampung, Kamis 4 Agustus 2022.
Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas berpikir Jakarta International Stadium (JIS) disebut bukan bertaraf international, tetapi bertaraf kampung. Sebelumnya diketahui, JIS baru saja menggelar grand launching, namun pagar tribun pembatas penonton sisi utara roboh.
Hal itu dikatakan Hasbiallah ketika rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengenai evaluasi pembangunan JIS di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 2 Agustus 2022.
“Awalnya saya sangat bangga loh kita punya JIS yang taraf nya internasional seperti MU seperti macam-macam, dan seperti negara-negara Eropa lah. Tapi setelah kejadian ini, ini saya berpikir JIS bukan taraf eropa pak taraf tarkam ini, taraf kampung, jadi saya gak bangga,” singgung Hasbiallah ketika rapat Komsi B dengan Jakpro, Selasa 2 Agustus 2022.
Oleh karena itu, Hasbiallah mendukung Komisi B DPRD DKI Jakarta membentuk panita khusus (pansus) agar mendalami insiden pagar pembatas penonton roboh ketika grand launching JIS, 24 Juli 2022 silam.
“Jadi tolonglah saya setuju dengan pak Anul (Ichwanul) nih, ya diadakan Pansus dan juga bukan hanya pansus harus ada audit dengan tujuan tertentu audit independen karena ini soal nyawa,” sebut Hasbiallah, dilansir dari poskota.co.id.
Akibat insiden pagar roboh itu, Hasbiallah tidak yakin bila stadion dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lewat PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bertaraf Federation Internationale de Football Association (FIFA).
“Saya gak yakin tadi Pak Manohara bilang ini standar FIFA, ini bukan standar FIFA pak mungkin standar Viva Bedak pak, bukan standar FIFA ini pak,” sindir Hasbiallah.
Diketahui, hingga saat ini belum ditemukan tanggapan dari pihak JIS terkait sindiran Hasbiallah itu.
Tidak hanya itu, Hasbiallah juga ikut menyorot pembangunan JIS, disebut menggunakan anggaran sebesar 4,5 triliun tersebut.
Diibaratkan anggaran sebesar itu, sama dengan dua tahun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
“Tolong pimpinan ini diadakan Pansus saya setuju yang kedua ada audit tujuan tertentu audit independen ini kalo perlu kita adukan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini,” tegasnya.
“Ini gak main-main, ini soal nyawa, ini dana 4,5 triliun itu pak. Tadi saya agak bengong kebetulan Bupati di Wonosobo itu orang PKB pak, saya hitung-hitung itu dua tahun APBD di Wonosobo dihabisin hanya untuk bikin stadion, sayang ini pak uang rakyat,” sambungnya.
Di samping itu, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) begitu menyayangkan kejadian robohnya pagar pembatas penonton stadion JIS ketika grand launching, ditandai laga perdana antara Pesija vs Chonburi FC, Minggu 24 Juli 2022 silam.
Diketahui, VP Corporate Secretary Jakpro, Nadia Diposanjoyo menyebut robohnya pagar pembatas itu karena ulah pendukung Persija yakni Jakmania diduga melebihi kapasitas.
Tidak hanya demikian, Nadia juga menyampaikan dari kamera pemantau sejumlah penonton ada yang menaiki horizontal barrier (memasang spanduk, duduk).
Seharusnya, menurut Nadia, fungsi pagar pembatas itu, memastikan penonton supaya tetap berada di tribun dan tak memasuki lapangan lantaran hal itu tak diperbolehkan.
“Dimana horizontal barrier dari kekuatan strukturnya maupun peruntukannya tidak didesain sebagai tempat untuk berpijak, dinaiki, diduduki, sebagai akses ke lapangan maupun berpindah tribun,” terang Nadia dalam keterangan tertulisnya, Selasa 26 Juli 2022 silam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
