Hati-hati, Ini 5 Makanan Paling Berbahaya Dikonsumsi Saat Bulan Puasa

Makanan
Makanan Kolak berbahaya dikonsumsi bagi penderita diabetes saat bulan puasa. (foto: halodoc.com)

Terkini.id – Berpuasa selain kewajiban bagi umat muslim ternyata memiliki manfaat juga bagi kesehatan tubuh manusia. Namun bisa mnedatangkan bahaya juga apabila kalian tidak jeli dalam memilah makanan apa yang dikonsumsi ketika tengah menjalani ibadah puasa.

Pada saat berpuasa, lambung kita memang kosong selama belasan jam. Oleh karena itu saat sahur atau berbuka Anda harus memperhatikan betul asupan makanan Anda.

Jangan sampai Anda memakan hidangan yang dapat memicu timbulnya penyakit dan membuat ibadah puasa Anda terganggu. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini makanan yang harus dihindari saat bulan puasa.

1. Gorengan berbahan plastik

Makanan
Ilustrasi gorengan. (foto: idntimes.com)

Gorengan banyak dipilih masyarakat untuk menu berbuka puasa karena praktis dan mudah untuk mendapatkannya juga, namun hal ini dimanfaatkan oleh oknum pedagang gorengan yang mencampur bahan gorengannya dengan minyak yang diberi plastik. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan rasa gorengan yang lebih renyah dan tidak mudah melempem.

Gorengan plastik bisa dikenali memiliki warna yang lebih cerah, tekstur nya pun sangat keras dan renyah serta terbakar ketika dibakar.

Selain itu bila gorengan anda terdapat bintik putih maka curigalah! Begitu juga dengan adonan tepungnya. Bila rentahan tepungnya panjang, dan super renyah anda patut waspada. Adonan yang agak rapuh dan warna tidak mencolok malah lebih aman dikonsumsi.

Anda bisa memasak sendiri gorengan di rumah sebagai solusi alternatif dari banyaknya gorengan berbahan plastik yang beredar.

2. Kolak

Makanan
Kolak. (foto: agrowindo.com)

Dilansir dari Semarang Inside, Selasa 7 Mei 2019, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan untuk penderita diabetes harus menghindari makanan kolak selama melaksanakan ibadah puasa. Alasanya, makanan tersebut mengandung gula yang cukup tinggi dan santan.

“Penderita diabetes harus bisa menjaga pola makan. Saat buka dan sahur. Kurang konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi. Seperti kolak atau makanan manis lainnya,” kata Yulianto.

3. Makanan berbahan kimia

Makanan
Ilustrasi makanan berbahan kimia. (foto: kabar6.com)

Aksi oknum pedagang takjil nakal yang memperjualbelikan makanan berbahan kimia seperti tak ada habisnya. Namun yang amat disayangkan, masyarakat masih saja tergiur dengan bahan bahan takjil berbahan kimia yang tidak higienis ini.

Warna yang menggoda dan harga yang murah menjadi alasan peredarannya tak bisa dibendung. Bahan pewarna kimia yang biasa digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas seperti roda min A dan B, syudan 1, metanayeilo kerap ditambahkan untuk membuat makanan dan minuman takjil yang cantik dengan warna cerah.

Sementara tawas yang biasa digunakan sebagai bahan penjernih air, kini kerap dipakai sebagai bahan pengawet murah meriah dan pengenyal bahan makanan.

Adapun formal dehida atau formalin yang menjadi salah satu bahan utama cairan pembersih lantai, pupuk, lem dan pengawet ditambahkan agar makanan tak mudah basi.

Bahaya kesehatan jelas mengancam konsumen yang sempat menikmati makanan berbahaya ini. mulai dari yang ringan hingga yang berat. Antara lain, muncul rasa gatal di tenggorokan, iritasi kulit dan pernafasan, keracunan hebat, kerusakan organ hati , pengurangan sel darah merah dan kelenjar sel otot polos.

4. Makanan dan minuman berbahan kafein

Makanan
Minuman kafein. (foto: hellosehat.com)

Buat Anda para pencinta kopi atau makanan dan minuman yang mengandung kafein, Anda harus menjauh sejenak di bulan puasa. Kafein akan membuat Anda cepat merasa haus.

Untuk menghindari dehidrasi, kurangi minum kafein paling tidak sampai setengahnya. Pilihlah minuman yang lebih sehat seperti air putih, jus buah dan air kelapa saat sahur dan berbuka.

5. Seledri

Makanan
Seledri. (foto: foodia.com)

Percaya atau tidak bahwa Seledri dan makanan yang banyak mengandung tinggi air seperti semangka dan mentimun, adalah diuretic alami yang dapat membuat kandung kemih Anda penuh.

Akibatnya Anda akan lebih sering bolak-balik untuk buang air kecil dan menyebabkan dehidrasi jika terus berlangsung.

Berita Terkait
Komentar
Terkini