Heboh Ceramah Buya Syakur, Habib Abubakar Assegaf: Dia Sesepuh Liberal

Terkini.id, Jakarta – Dzurriyah atau keturunan Nabi Muhammad SAW, Habib Abubakar Assegaf menanggapi video ceramah pendakwah Buya Syakur Yasin di Mabes Polri yang belakangan ini heboh di media sosial.

Adapun video ceramah Buya Syakur yang ditanggapi Habib Abubakar Assegaf tersebut dibagikan netizen pengguna Twitter Valosenadya1, seperti dilihat pada Rabu 3 November 2021.

“CERAMAH DI MABES POLRI “MODERASI BERAGAMA” Dalam rangka merajut nasionalisme dan toleransi beragama. Nilai sendiri ya guys..!! Kalau buat saya Insyaallah cukuplah ulama-ulama yang dibenci rezim yang menjadi panutan,” cuit sang netizen.

Baca Juga: Meski Sama-Sama Marga Assegaf, Habib Abubakar Desak Polisi Tangkap Habib...

Menanggapi video itu, Habib Abubakar Assegaf pun menuding Buya Syakur Yasin sebagai sesepuh kaum liberal.

Bahkan, ia menyebut Buya Syakur kerap berbicara agama dengan bermain akal-akalan dan lihai beretorika.

Baca Juga: Makin Brutal, Habib Kribo Sebut Islam Belum Sempurna! Tokoh NU...

“Buya Syakur ini sesepuhnya liberal. Memang biasa bicara Agama dengan main akal-akalan & lihai bermain retorika,” ujar Abubakar Assegaf.

Oleh karena itu, Habib Abubakar Assegaf meminta kepada publik agar berhati-hati dengan Buya Syakur lantaran menurutnya penceramah itu hanya dijadikan pion dari program Islam Nusantara.

“Hati-hati jangan terkecoh, beliau cuma dijadikan pion dari program moderasi agama yang merupakan kelanjutan dari Islam Nusantara,” tuturnya.

Baca Juga: Makin Brutal, Habib Kribo Sebut Islam Belum Sempurna! Tokoh NU...

Dalam video itu, terlihat Buya Syakur Yasin tengah ceramah di Mabes Polri. Ia pun kemudian membahas soal kesetaraan manusia dan keadilan sosial menurut Nabi Muhammad SAW.

“Gak ada majikan, gak ada pembantu. Semua adalah hamba Allah. Kita semua berkata, untuk ide-ide tertinggi adalah keadilan sosial dan supremasi hukum, yang sekarang disebut Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar,” kata Buya Syakur.

Maka dari itu, kata Buya Syakur, ide besar Nabi Muhammad yakni membangun persatuan dalam simbol kesetaraan.

“Jadi dengan demikian, ide besarnya Nabi Muhammad itu untuk membangun persatuan, yang menjadi simbol bahwa kita dalam kesetaraan,” ujarnya.

Bagikan