Terkini.id, Jakarta – Aktivis dakwah, Hilmi Firdausi dicap sebagai “provokator” karena meramaikan soal usaha kuliner Padang non-halal, Babiambo yang akhirnya memicu perdebatan.
Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menilai bahwa polisi seharusnya memeriksa Hilmi Firdausi yang telah membuat gaduh.
Pasalnya, Babiambo telah lama tutup namun tiba-tiba viral sehingga pemiliknya yang bernama Sergio harus diperiksa polisi.
“Harusnya polisi periksa yang bikin gaduh ini,” kata Hilmi Firdausi melalui akun Twitter @yusuf_dumdum pada Sabtu, 11 Juni 2022.
“Kasihan yang usahanya udah tutup lama malah diperiksa dan harus hadapi proses hukum gara-gara provokasi orang ini lewat medsos,” sambungnya.
- Anies Baswedan Ganti RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta, Yusuf Muhammad: Bisa Disingkat RSJ
- Dokter Tifa Sebut Anies Genggam 85 Persen Suara Muslim jika Putrinya Berjilbab, Yusuf Muhammad Sindir Begini
- Ada Penonton Tersungkur saat Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Gabener Firaun Selalu Saja Bawa Petaka
- Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Jangan-Jangan Ini Trik Supaya Bisa Keluar Anggaran Lagi?
- Yusuf Muhammad: Gubernur 212 Sudah Panik hingga Nekat Gunakan Jurus Mabuk untuk Selamatkan Diri
Yusuf Muhammad lantas menyindir bahwa orang meributkan masalah masakan Padang non-halal ini, namun diam saat Formula E disponsori minuman keras.
“Kemaren Formula E disponsori pabrik minuman keras dan dukung LBGT mingkem, karena satu komplotan! Dasar kadrun!” katanya.
Bersama cuitannya, Yusuf Muhammad melampirkan tangkapan layar dua berita. Berita pertama berjudul “Polisi Belum Temukan Unsur Pidana soal Kasus Nasi Padang Babi”.
Berita kedua berjudul “Cuitannya soal rending Babi Bikin Gaduh Warganet, Ustaz Hilmi Firdausi Minta Maaf, Begini Hasilnya”.
Berita soal Hilmi Firdausi ini distempeli dengan tulisan besar berbunyi “Provokator!”.
Sebelumnya, Hilmi Firdausi memprotes Babiambo yang menjual masakan padang non-halal. Ia beralasan bahwa masakan padang terkenal dengan kehalalannya.
Oleh sebab itu, Hilmi Firdausi menilai modifikasi masakan padang menjadi makanan non-halal adalah sesuatu yang sudah melampaui batas.
“Menurut saya ini sudah melampaui batas. Warga Minang teguh dengan prinsip ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH,” kata Hilmi Firdausi melalui akun Twitter @Hilmi28.
“Masakan Padang terkenal di dunia karena citarasa, kelezatan, dan kehalalannya. Tolong jangan rusak itu. Kalaupun trick marketing, ini sudah kelewatan. Semoga segera diambil tindakan,” sambungnya.
Adapun dalam cuitannya yang lain, Hilmi Firdausi berterima kasih kepada pemilik Babiambo yang telah meminta maaf.
Hilmi Firdausi juga meminta maaf karena cuitannya soal Babiambo telah menimbulkan perdebatan.
“Terimakasih atas permintaan maafnya Mas Sergio, insya Allah kami semua memaafkan. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali,” kata Hilmi Firdausi.
“Mohon maaf juga jika tweet saya kmrin mengundang pro kontra, walau saya hanya meneruskan dari berita yg sdh beredar luas sebelumnya. Salam,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
