Terkini.id, Makassar – Memakai moderator, pemateri, serta antusias peserta yang tinggi, Himpuann mahasiswa (Hima) Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar diskusi pada hari Jum’at, 10 April 2020, pukul 20.30 Wib yang baru usai.
Namun, diskusi ini cukup berbeda dengan diskusi yang sebelum-sebelumnya. Kali ini Hima Pendidikan sejarah hadir dalam bentuk diskusi online, dengan memanfaatkan fitur Whatsapp (WA).
Hal tersebut dilaksanakan lantaran ditengah situasi Covid-19 dan kebijakan kampus yang telah menerapkan sistem belajar dari rumah.
Teknis dan subtansi pun tak kalah, acara dibuka oleh moderator, Muhammad Asri, dilanjutkan pemaparan materi Narasumber dan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab.
Tampak yang menjadi pemateri pada diskusi kali ini yakni, Andi Alauddin, Menteri Sosial dan Politik (Mensospol) BEM UNM periode 2017/2018, dipercayakan membawakan materi Kebijakan Kampus Merdeka, merdeka untuk siapa dan seperti apa?.
- Diskusi Situasi Global di UNM, Pembicara Soroti Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 127 Pimpinan Prodi UNM Ikuti Workshop Pengembangan Pengukuran CPL
- Menuju Kampus Aman dan Inklusif, UNM Sosialisasikan Seleksi Terbuka Satgas PPKPT
Ketua umum Hima pendidikan sejarah, Nurnafisah S. mengatakan sasaran diskusi ini yakni peserta diskusi mampu mendalami makna apa yang disebut kampus merdeka yang belum lama ini dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.
“Sasarannya adalah teman-teman bisa menggunakan nalar kritisnya melihat kebijakan kampus merdeka yang tentunya itu adalah tempat dimana teman-teman yang kuliah,” ungkap darah Bugis Makassar itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
